Sebagai orang tua, kita tentu resah bila mendapati anak terkena demam. Anak kecil yang kekebalan tubuhnya masih belum baik membuat mereka jadi rentan terserang demam. Salah satu demam yang mungkin dialami si kecil adalah demam yang menyertai saat anak kita tumbuh gigi (mouth disease), mengalami roseola infantum dan terserang campak.

Demam adalah suatu kondisi ketika suhu badan kita melebihi 370 Celcius. Penyebabnya bisa karena penyakit atau peradangan. Demam sebenarnya bukanlah sebuah penyakit namun merupakan gejala yang muncul saat sel darah putih atau sel kekebalan tubuh sedang bekerja melawan virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Meski secara umum demam bukanlah sebuah penyakit, tapi bila si kecil demam terus-menerus melebihi tiga hari, maka Anda harus waspada. Demam berkepanjangan bisa jadi merupakan pertanda malaria atau penyakit lain yang dibawa nyamuk.  Selain  menjadi pertanda penyakit yang berbahaya, demam berkepanjangan bisa membuat anak mengalami sawan. Pada anak-anak, demam ini akan sering terjadi pada bayi yang berusia enam bulan sampai lima tahun.

Jika si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda demam, orang tua sebaikanya segera bertindak untuk mengatasinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi demam, seperti :

 

Kompres dengan air dingin atau es batu

Demam membuat suhu tubuh meningkat, sehingga untuk menurunkannya kompreslah si kecil dengan air dingin atau es batu. Kompres pada bagian kepala anak secara terus-menerus hingga suhu tubuh anak menurun.

 

Banyak minum

Usahakan agar si kecil banyak meminum air yang agak dingin walau ia tidak haus. Jika tak kuat minum sekaligus, usahakan anak minum sedikit demi sedikit. Pada saat demam, anak akan mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) sehingga asupan minuman sangat diperlukan.

« Kembali