25 February 2020
Ana Kalalo bertanya :

Dok saya uda usia 23 tapi saya tumbuh gigi sebelah kanan bagian belakang . Tapi saya tidak merasa sakit . Apa itu bahaya dok ? Terimakasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Ana Kalalo

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang tumbuh pada usia 15 sampai 25 tahun. Pertumbuhannya seringkali bervariasi pada setiap orang tergantung dari sisa ruang pada rahang atas maupun bawah, maka dari itu gigi bungsu seringkali tumbuh miring, sebagian, atqu tidak tumbuh sama sekali.

Apabila sisa ruang pada rahang atas maupun bawah cukul untuk gigi bungsu tumbuh, pada umumnya gigi akan tumbuh secara normal. Hal tersebut adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan.

Beberapa keluhan yang sering terjadi mengenai gigi bungsu diantaranya pusing kepala sebelah, kesulitan membuka rahang, gusi membengkak, dan rahang terasa pegal. Apabila mengalami keluhan tersebut sebaiknya memeriksakan ke dokter gigi.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


25 February 2020
Dhany AM bertanya :

Anak saya yg lakiĀ² usia 7 tahun, gigi gerahamnya berlobang hingga habis sampai ke gusinya. Geraham bagian depan, 3 kanan bawah dan 3 kiri bawah. Akibatnya gigi gerahamnya tidak bisa digunakan utk mengunyah. Kelihatan kalo setiap dia makan seperti sedikit kesulitan utk menikmati makanannya. Pertanyaan saya: apakah gigi geraham gigi anak bisa tumbuh kembali? Ataukah harus di tambah giginya? Atau justru ada pertimbangan lain dari Dokter Gigi? Terimakasih.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Dhany AM

Secara umum gigi dibagi menjadi dua, gigi susu dan gigi permanen. Gigi geraham permanen pada umumnya akan mulai tumbuh pada usia 6-7 tahun.

Gigi permanen yang mengalami kerusakan tidak dapat tumbuh kembali. Penambalan dan perawatan saluran akar dapat dijadikan pilihan perawatan untuk memgembalikan fungsi gigi permanen. Pemasangan crown atau mahkota juga dapat dijadikan pilihan perawatan apabila gigi mengalami kerusakan parah yang menyebabkan mahkota patah atau hilang sebagian.

Apabila gigi yang mengalami kerusakan adalah gigi susu, pencabutan atau penambalan dapat dijadikan pilihan perawatan tergantung tingkat kerusakan gigi saat pemeriksaan.

Penting sekali menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sedari dini agar terhindar dari gigi berlubang. Gigi yang berlubamg harus segera ditambal agar penyebaran bakteri tidak bertambah parah sehingga gigi mengalami kerusakan yang lebih besar. Selalu jaga kesehatan gigi dan anak dengan menyikat gigi 2x sehari, menyikat lidah, dan menjaga asupan makanan anak.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


25 February 2020
Yantie Amary bertanya :

Hallo Dok...

Saya berusia 49 tahun, 2 tahun yang lalu gigi kanan atas sebelah taring mengalami keropos dan sering sakit. Setelah saya konsultasikan ke Dokter Gigi disarankan untuk dicabut, namun saat proses mencabut gigi Dokter kesulitan mencabutnya hingga membutuhkan waktu lebih lama sekitar hampir 1 jam. Setelah gigi berhasil dicabut ternyata dokter menginfokan & memperlihatkan kalau daging gusi ikut tercabut sepanjang 1/2 cm karena menempel di ujung gigi. Intinya kondisi gusi saya pasca gigi dicabut menjadi bengkak dan sakit hingga 5 hari, setelah itu tidak bengkak tetapi rasa nyeri pada gusi sampia sekarang masih saya alami & menjadi tidak nyaman terkadang sakit jika saya sedang mengunyah makanan. Mohon saran & petunjuk dokter terkait kenapa gusi saya ini, terima kasih.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Yantie Amary

Penyembuhan luka pasca pencabutan ada suatu proses yang terdiri dari beberapa fase yang terjadi secara bersamaan, pada umumnya luka akan sembuh dalam 3 - 4 minggu saat tulang dan jaringan penyangga gigi telah menutup sempurna.

Proses pencabutan gigi yang memerlukan tindakan pengeboran tulang atau pembukaan gusi, biasanya memberi efek lebih nyeri setelah pencabutan. Pencabutan dengan ada nya abses atau bengkak dibawah saluran akar juga seringkali menyebabkan rasa nyeri lebih lama pasca pencabutan. Abses yang tidak bersih dengan sempurna dapat menyebabkan nyeri dalam waktu lama.

Apabila dalam setahun terakhir, luka bekas pencabutan masih terasa nyeri sebaiknya memeriksakan keluhan tersebut ke dokter gigi untuk dilakukan pemeriksaan ulang dan pemeriksaan foto rontgen.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


25 February 2020
Dewi Isnawati bertanya :

Dok gigi saya berlubang jadi sering banget sakit nyeri" gt, udh periksa udh minum obat ponstan, catflam tp ga sembuh" knpa ya dok?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Dewi Isnawati

Nyeri pada gigi berlubang disebabkan oleh adanya penumpukan bakteri yang menyebabkan infeksi yang menjalar hingga ke ujung akar. Sisa makanan yang tidak dibersihkan dalam waktu lama akan berubah menjadi asam oleh bakteri dan akan membentuk plak yang melekat pada gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Gigi berlubang yang tidak ditambal akan selalu terasa nyeri apabila terkena rangsangan dan akan bertambah parah sehingga terasa nyeri walaupun tanpa rangsangan.

Untuk mengatasi nyeri pada gigi berlubang tentu saja perlu perawatan pada gigi seperti pembersihan jaringan yang telah rusak baru setelah itu dilakukan penutupan gigi berlubang dengan bahan tambal. Semua prosedur tsb harus dilakukan oleh dokter gigi.

Apabila gigi terasa nyeri saat terkena rangsangan seperti makanan manis, dingin, atau terkena angin, biasanya dokter gigi akan melakukan penambalan secara langsung. Tetapi apabila gigi terasa nyeri terus menerus tanpa adanya rangsangan seperti sakit berdenyut, dokter gigi akan melakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu karena bakteri telah masuk sampai ke saluran akar, sehingga dokter gigi perlu mematikan saraf pada gigi untuk membersihkan gigi dari bakteri.

Obat-obat anti nyeri memang dapat mengurangi rada sakit pada gigi tetapi hanya bersifat sementara, sebaiknya lalukan perawatan pada gigi yang dikeluhkan ke dokter gigi terdekat.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


25 February 2020
Muhammad Faisal Amri bertanya :

Apakah jika demam memang tidak di perbolehkan untuk cabut gigi? dan resiko yang terjadi jika di paksakan apa?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Muhammad Faisal Amri

Demam merupakan peningkatan suhu tubuh karena respon terhadap infeksi. Saat tubuh demam menandakan bahwa adanya infeksi di bagian tubuh lain.

Pada saat demam, umumnya tubuh akan terasa tidak nyaman, nyeri, atau lemas. Sedangkan tindakan pencabutan gigi memerlukan fisik yang optimal karena prosedur pencabutan gigi pada umumnya mengeluarkan banyak darah. Luka bekas pencabutan sangat rentan terinfeksi, sehingga saat demam atau tubuh tidak dalam keadaan fit resiko infeksi menjalar atau bertambah ke tempat lain lebih besar.

Terlebih lagi demam yang disertai nyeri gigi, menandakan adanya infeksi pada gigi adalah salah satu kontraindikasi pencabutan gigi. Dokter gigi biasanya akan meresepkan obat terlebih dulu untuk mengurangi nyeri dan menunda pencabutan sampai demam turun.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


24 February 2020
elisa puspita sari bertanya :

siang dok , saya ingin bertanya , gigi saya tumbuh gingsul dibawah nah membuat salah satu gigi tidak rapi dan satu gigi kedalam, saya ingin saran dari dokter , saya mau mencabut gigi yang gingsul itu dan merapikan gigi yang kedalam dengan memakai behel, bagaimana dok ?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, elisa puspita sari

Gigi yang tumbuh berantakan atau tidak sesuai dengan tempatnya memang dapat dirapikan melalui pemakaian kawat gigi.

Pemakaian alat orthodonti, contohnya pemakaian kawat gigi harus melalui prosedur pemeriksaan, pencetakan gigi, dan foto rontgen terlebih dahulu. Dokter gigi pada umumnya akan memberikan rencana perawatan setelah dilakukan prosedur-prosedur tsb diawal.

Pencabutan gigi untuk kasus orthodonti akan dilakukan setelah dokter gigi menjelaskan rencana perawatan pada pasien. Pencabutan biasanya dilakukan dengan dokter gigi yang memanangi sendiri atau dirujuk pada spesialis bedah mulut.

Apabila anda ingin melakukan perawatan ortho untuk memperbaiki susunan gigi sebaiknya mengunjungi dokter gigi spesialis orthodonti terlebih dahulu sebelum melakukan pencabutan gigi, karena apabila terdapat kesalahan dalam pemcabutan gigi, gigi tsb tidak dapat digunakan lagi.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


24 February 2020
Mikael Yudha bertanya :

Siang dok, saat ini saya sedang dalam proses PSA sebelum diperbolehkan tambal gigi permanen. Saat ini kunjungan saya yang ke 3 dan minggu ke 4 saya sudah diperbolehkan untuk tambal permanen. Tapi saat kunjungan ke 3 ini tambalan sementara saya kenapa susah mengering ya? Padahal sudah 1 jam lebih dari pemasangan. Saat pemasangan pun dokter juga heran kenapa susah mengering. Padahal waktu Minggu pertama lancar saja dan cepat mengering

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Mikael Yudha

Tambalan sementara seringkali digunakan untuk perawatan saluran akar yang membutuhkan waktu lebih lama daripada penambalan langsung.

Konsistensi tambalan sementara biasanya seperti lilin malam yang nantinya akan mengeras. Tambalan sementara pada umumnya akan mengeras dalam beberap jam tergantung dari merk nya. Beberapa tambalan sementara membutuhkan waktu lebih lama untuk mengeras.

Beberapa tips agar tambalan sementara tidak mudah lepas, antara lain :

  • pastikan kavitas selalu kering pada saat dilakukan penambalan sementara
  • menggigit kapas roll pada daerah tambalan agar terhindar dari saliva
  • jangan menggunakan gigi yang ditambal sementara untuk makan kurang lebih 1 jam
  • mengunyah pada daerah gigi yang tidak ditambal selama tambalan sementara masih ada

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


24 February 2020
Alfi bertanya :

Selamat malam dok,Sudah 3 hari saya tersiksa karena sakit akibat tumbuh gigi geraham (gigi bungsu). Awalnya hanya sakit biasa di gigi, selang 2 hari kemudian gusi mulai bengkak begitupun pipi saya dok, seperti sedang memakan permen karet ukuran jumbo.Tak hanya itu, saya kesulitan membuka mulut saat makan akibat bengkak tadi, mengunyah pun tidak bisa karena terganjal gusi yang bengkak tersebut dan terasa sakit.Setiap kerja saya memakai masker karena malu dok, wajah saya terlihat tidak simetris.Saya lihat-lihat artikel di Alodokter ttg gigi bungsu ini, katanya gigi bungsu itu harus diangkat dg cara di bedah atau operasi kecil.Apakah tidak ada cara lain selain pembedahan dok?Dan bagaimana untuk mengobati pembengkakan di pipi saya?Terimakasih.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Alfi

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang tumbuh pada usia 15 sampai 25 tahun. Pertumbuhannya seringkali bervariasi pada setiap orang tergantung dari sisa ruang pada rahang atas maupun bawah, maka dari itu gigi bungsu seringkali tumbuh miring, sebagian, atau tidak tumbuh sama sekali.

Gigi yang tumbuh tidak sesuai dapat menyebabkan beberapa keluhan pada rongga mulut, seperti :

  • makanan sering terselip
  • gigi berlubang
  • gusi memerah dan membengkak
  • rasa pegal pada rahang
  • pusing kepala sebelah
  • penumpukan plak dan kalkulus

Keadaan diatas seringkali dapat menyebabkan bau mulut, gigi berlubang, dan pembengkakan pada gusi karena pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut kurang terjaga.

Bila masalah tersebut sering terjadi sebaiknya segera mengunjungi dokter gigi untuk segera dilakukan pencabutan. Pencabutan pada gigi bungsu disebut dengan odontektomi gigi.

Apabila gigi bungsu tumbuh miring atau tumbuh sebagian, proses odontektomi gigi membutuhkan pembukaan gusi dengan cara insisi gusi yang sebelumnya telah dilakukan anastesi lokal pada daerah pencabutan. Apabila gigi tumbuh normal, dengan keadaan akar normal, pencabutan biasanya tidak membutuhkan pembukaan gusi untuk jalur keluar gigi. Prosedur odontektomi biasanya membutuhkan foto rontgen terlebih dahuku untuk melihat posisi gigi dan akar dalam rahang.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


24 February 2020
Edi bertanya :

Gusi bengkak dan nyeri

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Edi

Abses atau bengkak adalah suatu keadaan infeksius dimana bakteri berkumpul, biasanya membengkak dan berisi cairan pus / nanah pada daerah gusi. Abses dibedakan berdasarkan letaknya, penyebarannya (akut atau kronis), dan jumlah nya.

Beberapa ciri-ciri gigi yang dapat terkena abses :

  • gigi yang berlubang besar yang sudah mati, atau tidak merasakan ngilu sama sekali apabila terkena rangsangan
  • sisa akar gigi
  • gigi dengan plak dan kalkulus yang banyak
  • gigi yang tumbuh sebagian

Abses biasanya akan hilang dengan minum obat antibiotik dan analgesik atau tindakan dari dokter gigi yang umumnya akan melakukan pengambilan jaringan di daerah yang terinfeksi tersebut. Setelah itu baru akan dilakukan rencana perawatan berikutnya sesuai dengan keadaan giginya. Gigi atau gusi yang sudah terkena abses jika tidak segera ditangani akan menyebabkan infeksi yang lebih serius. Segeralah periksakan keadaan Anda ke dokter gigi akan mendapat penanganan yang tepat.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


24 February 2020
Sundari bertanya :

Gigi saya sering sakit karena berlubang. Apa yg harus saya lakukan untuk mengatasi nyeri pada gigi berlubang ini?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Sundari

Nyeri pada gigi berlubang pada umumnya disebabkan oleh adanya penumpukkan bakteri yang menyebabkan infeksi yang menjalar hingga ke ujung akar. Gigi berlubang umumnya diawali oleh plak atau sisa makanan pada mulut. Sisa makanan yang ada dimulut akan dirubah menjadi asam oleh bakteri dan akan membentuk plak yang melekat pada gigi. Plak secara perlahan mengikis lapisan-lapisan gigi, hingga membentuk lubang pada gigi.

Untuk mengatasi nyeri pada gigi berlubang tentu saja perlu perawatan pada gigi seperti pembersihan jaringan yang telah rusak baru setelah itu dilakukan penutupan gigi berlubang dengan bahan tambal. Semua prosedur tsb harus dilakukan oleh dokter gigi.

Apabila gigi terasa nyeri saat terkena rangsangan seperti makanan manis, dingin, atau terkena angin, biasanya dokter gigi akan melakukan penambalan secara langsung. Tetapi apabila gigi terasa nyeri terus menerus tanpa adanya rangsangan seperti sakit berdenyut, dokter gigi akan melakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu karena bakteri telah masuk sampai ke saluran akar, sehingga dokter gigi perlu mematikan saraf pada gigi untuk membersihkan gigi dari bakteri.

Obat-obat anti nyeri memang dapat mengurangi rada sakit pada gigi tetapi hanya bersifat sementara, sebaiknya lalukan perawatan pada gigi yang dikeluhkan ke dokter gigi terdekat

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 1 - 10 of 355