13 November 2019
Indah bertanya :

Selamat malam dokter, Anak saya usia 5th,gigi rahang anak saya lubang dan pada gusinya terdapat benjolan,kemarrn saya coba raba itu teksturnya agak kenyal itu apa ya dok ?,kapan hari sudah saya bawa kedokter gigi katanya itu peradangan dikarenakan gigi yg berlubang, apa yg hrs saya lakukan untuk mengatasi benjolan pada gusi anak saya, soalnya saya khawatir, terima kasih.

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Indah, terima kasih atas pertanyaannya.

Gusi yang bengkak atau terdapat benjolan bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satu yang mungkin terjadi adalah akibat dari adanya gigi yang berlubang. Gigi berlubang atau bolong adalah keadaan gigi dimana lapisan enamel gigi kemudian dentin mengalami pengikisan yang menjadikan gigi menjadi berlubang. Hal ini menandakan adanya penumpukan bakteri pada mulut, yang akhirnya menyebabkan infeksi pada saluran saraf gigi dan berujung dengan terjadinya pembentukan abses pada gigi. Tekstur yang kenyal bisa disebabkan karena adanya abses yang berisi nanah.

Untuk kasus Anak Anda, menurut saya ada baiknya untuk menunggu beberapa hari dan terus meminum obat yang sudah diberikan dokter gigi secara rutin sampai bengkak hilang. Obat-obat golongan antibiotik, antiinflamasi (obat untuk peradangan) dan analgesik (obat untuk mengurangi rasa nyeri) memerlukan waktu beberapa hari untuk menghilangkan bengkak dan nanah yang ada di gusi atau rongga mulut Anak Anda tersebut.

Reaksi obat baik itu antibiotik ataupun antiinflamasi tidak ada yang bekerja secara instan, oleh karena itu diperlukan waktu beberapa saat untuk meredakannnya. Setelah itu barulah Saya sarankan untuk konsultasi kembali ke dokter gigi dan melakukan tindakan pengobatan seperti perawatan saluran akar, penambalan dan pencabutan bila diperlukan.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 November 2019
Aneka putri bertanya :

Dok saya mau tanya kenapa setiap sore jam 4 sampaii pagii . Badan saya selalu gatal2 , sampai bintull2 ..... Itu terjadi semenjakk saya minum obat pada waktu nambalin gigi sya . Kemaren udh jangka 2 minggunan baru sering terasa gatal2 . Ini apa penyebabnya ya dok ? Mohon penjelasannya . Terima kasih

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Aneka putri

Untuk kasus Ibu, Saya tidak dapat menjawab dengan lengkap, karena saya kurang tahu obat apa yang diberikan oleh dokter yang merawat gigi Ibu.

Apakah gatal tersebut merupakan reaksi dari penambalan gigi yang Anda lakukan, ataukah obat yang diberikan setelah tambal gigi atau obat penyakit lain yang Ibu konsumsi selama perawatan gigi. Karena reaksi obat bermacam - macam, mungkin ada interaksi antara obat yang Ibu minum dengan reaksi alergi yang terjadi.

Reaksi alergi obat umumnya terjadi segera setelah meminum obat tertentu, dan membaik atau menghilang apabila obat tersebut sudah tidak dikonsumsi lagi. Tergantung dari berat ringannya reaksi alergi, terkadang tidak dibutuhkan pengobatan tambahan namun seringnya dalam situasi tertentu diperlukan konsumsi obat anti alergi untuk menghilangkan gejala.

Karena sampai sekarnag ini, Saya jarang menjumpai kasus minum obat gigi yang sampai menimbulkan reaksi gatal ataupun bentol-bentol. Menurut saya karena reaksi Ibu sudah melibatkan jaringan tubuh lain, sebaiknya Ibu berkunjung ke dokter gigi Ibu sebelumnya untuk menanyakan hal tersebut atau bisa juga berkunjung ke dokter spesialis kulit ataupun dokter spesialis penyakit dalam.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 November 2019
Ahmad Syaibani bertanya :

Dok mau tanya,, mengenaik obat sakit gigi/gigi nyeri apa ya dok yang di anjurkan dok? Terima kasih

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Ahmad Syaibani

Gigi yang nyeri atau berlubang tidak dapat hanya diobati saja untuk mendapatkan kesembuhannya. Gigi yang nyeri disebabkan oleh karena gigi kita mengalami pengikisan di bagian email gigi atau bagian terluar dari gigi. Apabila sudah terjadi demikian dan mengenai bagian dentin, biasanya gigi lebih menjadi sensitif terhadap rangsangan makanan manis, atau ketika mengkonsumsi air dingin atau air panas.

Tindakan pengobatan seperti perawatan saluran akar, penambalan dan pencabutan diperlukan untuk kasus seperti ini. Seringkali obat saja tidak cukup untuk mengatasi keadaan gigi yang sudah bengkak ataupun berlubang. Obat untuk menghilangkan rasa sakit atau menghilangkan bengkak dapat diberikan namun bersifat sementara. Ketika obat sudah habis, namun penyebab tidak dihilangkan maka gigi dapat kembali bengkak dan nyeri serta bersifat kumat-kumatan dengan rasa nyeri yang semakin hebat.

Untuk sementara waktu bila Anda sedang sakit gigi bisa mencoba dengan kumur-kumur air garam atau air hangat dan mencoba minum obat pereda nyeri seperti paracetamol untuk mengurangi nyeri sebelum melakukan konsultasi dengan dokter gigi. Ingat untuk jangan sembarangan minum obat ya, karena ada beberapa efek samping yang dapat terjadi apabila mengkonsumsi obat yang salah.

Oleh karena itu yang penting untuk dilakukan adalah tindakan perawatan gigi. Untuk kasus Anda, Dokter gigi biasanya akan melihat terlebih dahulu detail keadaan klinis dari gigi Anda, apabila masih bagus keadaan giginya, maka dapat dilakukan penambalan atau perawatan saluran akar. Namun apabila keadaan gigi tersebut sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan penambalan, maka kemungkinan gigi tersebut harus dicabut.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 November 2019
Erma bertanya :

Salam, dok anak saya gigi bengkak dan bernanah. Bengkak ada 3 tempat. Dan bernanah sampai 3 nanah di satu tempat serta menyebabkan berdarah. Kemarin sudah saya bawa ke dokter gigi dikasih antibiotik dan obat pereda nyeri. Sudah habis tapi nanah di gusi belum hilang dok. Anak saya berumur enam tahun. Minta bantuannya cara mengatasinya. Terima kasih. Saya tunggu jawabnya. Sebagai catatan gigi anak saya karies semua dan belum bisa dicabut. Saya tunggu jawabannya dok. Terima kasih

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Erma, terima kasih atas pertanyaannya.

Gusi yang bengkak bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satu yang mungkin terjadi adalah akibat dari adanya gigi yang berlubang. Gigi berlubang atau bolong adalah keadaan gigi dimana lapisan enamel gigi kemudian dentin mengalami pengikisan yang menjadikan gigi menjadi berlubang. Hal ini menandakan adanya penumpukan bakteri pada mulut, yang akhirnya menyebabkan infeksi pada saluran saraf gigi dan berujung dengan terjadinya pembentukan abses pada gigi.

Untuk kasus Anak Anda, antibiotik, antiinflamasi dan analgesik memerlukan waktu beberapa hari untuk menghilangkan bengkak dan nanah yang ada di gusi atau rongga mulut Anak Anda tersebut. Reaksi obat baik itu antibiotik ataupun antiinflamasi tidak ada yang bekerja secara instan, oleh karena itu diperlukan waktu beberapa saat untuk meredakannnya. Menurut saya ada baiknya untuk menunggu beberapa hari dan terus meminum obat secara rutin sampai bengkak tersebut hilang. Setelah itu barulah melakukan tindakan pengobatan seperti perawatan saluran akar, penambalan dan pencabutan bila diperlukan.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 November 2019
Sarichan bertanya :

Dok, tetangga saya bilang, katanya sering makan yogurt bikin gigi gampang keropos. Bener nggak sih?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Sarichan

Yoghurt merupakan produk turunan dari susu yang kaya akan kalsium dan probiotik. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa yoghurt justru malah memberikan efek yang baik untuk kesehatan gigi dan gusi, terutama yang plain yoghurt (tidak mengandung tambahan gula). Beberapa sumber mengatakan mungkin yoghurt mengandung kadar asam yang tinggi sehingga dapat menyebabkan keropos, namun hal ini belum terbukti, karena justru Yoghurt malah dapat mengurangi kadar keasaman di mulut. Gigi keropos bisa terjadi akibat enamel di gigi yang terkikis karena zat asam. Gigi keropos juga bisa diakibatkan karena kebersihan rongga mulut yang kurang baik sehingga timbul lubang-lubang mikro yang bisa membuat gigi berlubang dan rapuh. Selain itu, seorang dengan kondisi medis tertentu, seperti mulut kering, penyakit asam lambung, atau orang yang mengonsumsi obat-obatan untuk alergi juga berisiko untuk mengalami gigi keropos. Karena itu jika ingin meminum yoghurt, diperbolehkan asal dalam jumlah yang wajar dan pilih produk yoghurt asli tanpa tambahan pemanis, dan tentu saja tetap membersihkan gigi dengan berkumur atau menyikat gigi setiap kali setelah habis makan.

Gigi yang rapuh kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal lain seperti

  1. Adanya karies gigi yang menyebabkan demineralisasi pada gigi tersebut.
  2. Kandungan fluor yang berlebihan sehingga menyebabkan fluorosis
  3. Kondisi mulut yang kotor atau kebersihan mulut yng tidak terjaga
  4. Makan dan minum yang banyak mengandung asam
  5. Mulut kering atau xerostomia
  6. Penggunaan obat - obatan tertentu
  7. Pada anak kecil seperti meminum susu pada saat tidur

Untuk menjaga agar gigi tidak cepat keropos yaitu

  1. Sikat gigi teratur setelah sarapan pagi dan sebelum tidur.
  2. Modifikasi pola makan seperti mengurangi makanan yang mengandung asam
  3. Melakukan penambalan pada gigi yang sudah berlubang
  4. Menyikat gigi dengan sikat yang memiliki bulu yang halus
  5. Banyak meminum air putih agar merangsang produksi air liur

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 November 2019
Ilham bertanya :

Katanya menyikat gigi itu jangan terburu-buru, tapi juga jangan terlalu lama. Apa benar? Sebaiknya berapa lama sih, Dok, durasi menyikat gigi?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Ilham

Cara menggosok gigi yang baik dan benar ada beberapa tahap seperti:

  1. Letakkan bulu sikat dengan permukaan menghadap gigi dengan sudut kemiringan 45 derajat
  2. Sikat setiap bagian gigi dimulai dari bagian yang sering dipakai untuk mengunyah.
  3. Untuk membersihkan bagian dalam dari gigi depan, posisikan sikat gigi secara vertikal dengan gerakan mengarah ke atas untuk gigi bawah dan ke bawah untuk gigi bagian atas.
  4. Ubah gerakan menjadi gerakan melingkar untuk gigi bagian belakang
  5. Durasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyikat gigi yang dianjurkan yaitu selama 2 - 3 menit, minimal 2 kali sehari.
  6. Jangan menyikat gigi terlalu keras, usahakan untuk memilih bulu sikat yang halus dan gagang sikat gigi yang flexibel.
  7. Jangan menyikat gigi dengan keras secara mendatar secara terus menerus karena dapat merusak permukaan gigi dan jangan lupa, setelahnya pastikan berkumur dengan air yang bersih ya.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 November 2019
Siti Komariah bertanya :

Dok, apakah benar kopi bisa merusak kesehatan gigi? Soalnya saya coffee addict, Dok. Mohon jawabannya ya. Terima kasih

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Siti Komariah

Kopi adalah minuman yang mengandung kadar asam yang cukup tinggi. Apapun itu apabila dikonsumsi secara berlebihan tentunya tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Untuk Anda yang merupakan coffee addict, usahakan selalu menyeimbangkan kegemaran Anda dengan kopi dengan memnium banyak air putih, untuk menetralisir kadar ph di dalam rongga mulut Anda. Gigi keropos bisa terjadi akibat enamel di gigi yang terkikis karena zat asam, Kopi yang berlebihan dapat menimbulkan stain atau noda yang mengakibatkan perubahan warna pada gigi. Selain itu, seorang dengan kondisi medis tertentu, seperti mulut kering, penyakit asam lambung, atau orang yang mengonsumsi obat-obatan untuk alergi juga berisiko untuk mengalami gigi keropos.

Gigi yang rapuh kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal seperti

  1. Adanya karies gigi yang menyebabkan demineralisasi pada gigi tersebut.
  2. Kandungan fluor yang berlebihan sehingga menyebabkan fluorosis
  3. Kondisi mulut yang kotor atau kebersihan mulut yng tidak terjaga
  4. Makan dan minum yang banyak mengandung asam
  5. Mulut kering atau xerostomia
  6. Penggunaan obat - obatan tertentu
  7. Pada anak kecil seperti meminum susu pada saat tidur

Untuk menjaga agar gigi tidak cepat keropos yaitu

  1. Sikat gigi teratur setelah sarapan pagi dan sebelum tidur.
  2. Modifikasi pola makan seperti mengurangi makanan yang mengandung asam
  3. Melakukan penambalan pada gigi yang sudah berlubang
  4. Menyikat gigi dengan sikat yang memiliki bulu yang halus
  5. Banyak meminum air putih agar merangsang produksi air liur

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 November 2019
Okky bertanya :

Kalau gigi berlubang, ada nggak sih solusi sementara untuk menahan rasa sakitnya?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Okky

Gigi yang nyeri atau berlubang dapat disebakan oleh karena gigi kita mengalami pengikisan di bagian email gigi atau bagian terluar dari gigi. Apabila sudah terjadi demikian dan mengenai bagian dentin, biasanya gigi lebih menjadi sensitif terhadap rangsangan makanan manis, atau ketika mengkonsumsi air dingin atau air panas.

Tindakan pengobatan seperti perawatan saluran akar, penambalan dan pencabutan diperlukan untuk kasus seperti ini. Seringkali obat saja tidak cukup untuk mengatasi keadaan gigi yang sudah bengkak ataupun berlubang. Obat untuk menghilangkan rasa sakit atau menghilangkan bengkak dapat diberikan namun bersifat sementara. Ketika obat sudah habis, namun penyebab tidak dihilangkan maka gigi dapat kembali bengkak dan nyeri serta bersifat kumat-kumatan dengan rasa nyeri yang semakin hebat.

Beberapa cara untuk mencoba mengatasi sakit gigi di rumah adalah dengan berkumur dengan air hangat, bisa kompres pipi di bagian gusi yang membengkak dengan es dan tetap sikat gigi secara rutin.

Cara menyikat gigi yang benar dimulai dari

  1. Pemilihan pasta gigi yang tepat
  2. Pemilihan bulu sikat yang lembut tidak terlalu keras
  3. Cara menyikat gigi yang benar seperti cara memegang sikat dengan sudut 45 derajat
  4. Teknik menyikat gigi dengan gerakan memutar pada gigi - gigi paling belakang dan teknik vertikal pada bagian depan dan dalam gigi untuk mencegah plak menempel pada bagian tersebut.
  5. Menyikat lidah
  6. Menggunakan floss atau benang gigi
  7. Menggunakan obat kumur

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 November 2019
Ahmad bertanya :

Dok, mau tanya. Belakangan ini pas saya menyikat gigi bagian depan, gusi atasnya terasa sakit. Tapi tidak berdarah. Kira-kira penyebabnya kenapa ya? Dan solusinya apa?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Ahmad

Apabila gusi terasa sakit saat menggosok gigi namun tidak berdarah, maka mungkin Anda harus mengevalusi cara sikat gigi Anda. Pilihlah bulu sikat yang halus agar gusi yang terkena bulu sikat terpijat dengan lembut dan tidak menyebabkan rasa sakit. Jika rasa sakit bukan berasal dari bulu sikat atau teknik menyikat gigi yang salah, maka Anda harus memeriksakan diri Anda ke dokter terdekat untuk dilakukan cek lab, atau cek patologi anatomi untuk mengetahui penyebab mengapa gusi bisa terasa sakit.

Untuk mendiagnosa rasa sakit tersebut, dokter gigi harus melalukan pemeriksaan klinis terlebih dahulu untuk mengetahui keadaan Anda tersebut.

Cara menggosok gigi yang baik dan benar ada beberapa tahap seperti:

  1. Letakkan bulu sikat dengan permukaan menghadap gigi dengan sudut kemiringan 45 derajat
  2. Sikat setiap bagian gigi dimulai dari bagian yang sering dipakai untuk mengunyah.
  3. Untuk membersihkan bagian dalam dari gigi depan, posisikan sikat gigi secara vertikal dengan gerakan mengarah ke atas untuk gigi bawah dan ke bawah untuk gigi bagian atas.
  4. Ubah gerakan menjadi gerakan melingkar untuk gigi bagian belakang
  5. Durasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyikat gigi yang dianjurkan yaitu selama 2 - 3 menit, minimal 2 kali sehari.
  6. Jangan menyikat gigi terlalu keras, usahakan untuk memilih bulu sikat yang halus dan gagang sikat gigi yang flexibel.
  7. Jangan menyikat gigi dengan keras secara mendatar secara terus menerus karena dapat merusak permukaan gigi dan jangan lupa, setelahnya pastikan berkumur dengan air yang bersih ya.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


11 November 2019
Warintan Hermansyah bertanya :

Selamat malam dok Dok saya punya keluhan pada bagian gusi saya dok, gusi saya seperti ada benjolan tapi hanya sebelah kanan bawah, dan setelah saya cari infonya disitu tertera bisa jadi itu adalah tumor Apakah itu benar dok? Dan jika itu memang benar apa itu sangat berbahaya, dan bagaimana cara pengobatannya apakah bisa pengobatan dari diri sendiri atau menggunakan bahan alami, mohon dijawab dok Terima kasih

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Warintan Hermansyah, terima kasih atas pertanyaannya.

Benjolan pada gusi Anda, dapat diakibatkan oleh beberapa macam kondisi. Bisa disebabkan karena abses, fistula (rongga/saluran abnormal), kista akibat adanya infeksi pada bagian akar gigi, atau epulis atau tumor jinak yang berada pada di atas gingival (interdental papilla) atau gusi.

Tumor sendiri tidak selalu ganas. Semua benjolan yang tidak normal yang teraba di gusi dapat dikatakan sebagai tumor gusi. Gusi yang bengkak sendiri bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satu yang mungkin terjadi adalah akibat dari adanya gigi yang berlubang. Gigi berlubang atau bolong adalah keadaan gigi dimana lapisan enamel gigi kemudian dentin mengalami pengikisan yang menjadikan gigi menjadi berlubang. Hal ini menandakan adanya penumpukan bakteri pada mulut, yang akhirnya menyebabkan infeksi pada saluran saraf gigi dan berujung dengan terjadinya pembentukan abses pada gigi.

Menurut saya lebih baik Anda langsung mengunjungi dokter gigi terdekat dan melakukan rontgen foto untuk mengetahui awal dari munculnya benjolan tersebut. Tindakan pengobatan seperti perawatan saluran akar, pengambilan benjolan (seperti insisi, eksisi dan marsupialisasi) dibutuhkan pada kasus ini. Seringkali obat saja tidak cukup untuk mengatasi keadaan gigi yang sudah bengkak ataupun berlubang. Obat untuk menghilangkan rasa sakit atau menghilangkan bengkak dapat diberikan namun bersifat sementara. Ketika obat sudah habis, namun penyebab tidak dihilangkan maka gigi dapat kembali bengkak.

Untuk kasus Anda, Dokter gigi biasanya akan melihat terlebih dahulu detail keadaan klinis dari gigi Anda untuk memberikan tindakan yang tepat, jangan mengobati diri Anda sendiri apabila sudah berada di kasus seperti ini untuk mencegah terjadinya hal - hal lain yang lebih membahayakan diri Anda. Jadi jangan terlalu takut dan segera konsultasikan dengan dokter gigi dulu ya, untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab dari benjolan di gusi bagian kanan bawah yang Anda rasakan.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 11 - 20 of 159