24 February 2020
Sundari bertanya :

Gigi saya sering sakit karena berlubang. Apa yg harus saya lakukan untuk mengatasi nyeri pada gigi berlubang ini?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Sundari

Nyeri pada gigi berlubang pada umumnya disebabkan oleh adanya penumpukkan bakteri yang menyebabkan infeksi yang menjalar hingga ke ujung akar. Gigi berlubang umumnya diawali oleh plak atau sisa makanan pada mulut. Sisa makanan yang ada dimulut akan dirubah menjadi asam oleh bakteri dan akan membentuk plak yang melekat pada gigi. Plak secara perlahan mengikis lapisan-lapisan gigi, hingga membentuk lubang pada gigi.

Untuk mengatasi nyeri pada gigi berlubang tentu saja perlu perawatan pada gigi seperti pembersihan jaringan yang telah rusak baru setelah itu dilakukan penutupan gigi berlubang dengan bahan tambal. Semua prosedur tsb harus dilakukan oleh dokter gigi.

Apabila gigi terasa nyeri saat terkena rangsangan seperti makanan manis, dingin, atau terkena angin, biasanya dokter gigi akan melakukan penambalan secara langsung. Tetapi apabila gigi terasa nyeri terus menerus tanpa adanya rangsangan seperti sakit berdenyut, dokter gigi akan melakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu karena bakteri telah masuk sampai ke saluran akar, sehingga dokter gigi perlu mematikan saraf pada gigi untuk membersihkan gigi dari bakteri.

Obat-obat anti nyeri memang dapat mengurangi rada sakit pada gigi tetapi hanya bersifat sementara, sebaiknya lalukan perawatan pada gigi yang dikeluhkan ke dokter gigi terdekat

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


22 February 2020
Candra bertanya :

Dok mau tanya, gigi saya geraham saya kan berlubang dan saat mengunyah makanan kalau kena gigu yang berlubang kadang suka ngilu,. Saya gosok gigi 3 kali sehari, saya umur 19 thn apa masih bisa tumbuh giginya dok?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Candra

Gigi permanen yang mengalami kerusakan tidak dapat tumbuh kembali atau tumbuh gigi baru pada tempat tersebut. Gigi permanen yang rusak karena berlubang atau patah dapat dilakukan perawatan seperti penambalan, pencabutan, perawatan saluran akar, atau lainnya tergantung dari kasusnya.

Beberapa perawatan yang dapat dilakukan pada gigi yang berlubang, antara lain:

  1. Penambalan permanen dengan bahan tambal sewarna gigi. Gigi berlubang yang masih belum sampai ke saraf ditandai dengan rasa ngilu yang datang jika terdapat rangsangan, seperti saat mengkonsumsi minuman dingin atau makanan manis, lalu hilang setelah rangsangan hilang. Jika gigi masih dalam keadaan tersebut biasanya dapat langsung ditambal dengan bahan tambal sewarna gigi.

  2. Perawatan saluran akar. Gigi berlubang yang telah mencapai pulpa atau lapisan gigi yang berisi pembuluh darah dan saraf, biasanya ditandai dengan rasa nyeri yang timbul tanpa adanya rangsangan. Jika gigi sudah dalam keadaan seperti itu, dokter gigi biasanya akan memberikan perawatan saluran akar terlebih dahulu untuk membersihkan bagian akar gigi dari bakteri. Kemudian setelah itu baru akan dilakukan penambalan atau perawatan mahkota gigi, tergantung dari seberapa besar kerusakan pada gigi.

  3. Pencabutan Pencabutan gigi dilakukan apabila gigi sudah tidak bisa lagi ditambal atau dirawat saluran akar karena kerusakan sudah terlalu besar.

Segeralah periksakan keluhan anda ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat pada gigi Anda

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


20 February 2020
Dewa bertanya :

Apakah benar kalau gigi bertumpuk harus dicabut, Dok? kalau dibiarkan saja apakah bahaya?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Dewa

Penumpukan gigi adalah salah satu kelainan susunan gigi akibat pertumbuhan gigi permanen yang tidak sesuai pada tempatnya.

Gigi yang tumpang tindih dapat diperbaiki dengan pemakaian alay orthodonti atau yang sering kita sebut dengan kawat gigi. Kawat gigi berfungsi untuk memperbaiki susunan gigi yang kurang baik. Terdapat dua jenis alat orthodonti, cekat dan lepasan. Kawat gigi lepasan biasanya digunakan untuk kasus ringan atau untuk mempertahankan susunan gigi yang sudah baik pasca perawatan orthodonti cekat.

Sebelum pemakaian kawat gigi, dokter akan memeriksa secara menyeluruh kondisi gigi dan mulut. Foto rontgen seluruh gigi juga perlu dilakukan untuk melihat kondisi akar gigi geligi. Sebaiknya apabila ingin menggunakan kawat gigi, periksakan keluhan anda kepada dokter gigi spesialis orthodonti agar mendapatkan perawatan yang tepat.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


20 February 2020
Elsa bertanya :

Bagaimana agar anak bisa rajin gosok gigi ya, DOk?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Elsa

Menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sedari dini sangatlah penting. Kesehatan gigi permanen anak sangat tergantung dengan pertumbuhan gigi susunya. Pertumbuhan gigi susu anak sudah dimulai sejak usia 5 bulan sampai dengan 3 tahun dan pertumbuhan gigi permanen akan dimulai pada usia 6 tahun.

Beberapa tips untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut anak :

  1. Menggunakan sikat gigi khusus anak-anak, atau kasa air hangat apabila anak masih belum bisa menggunakan sikat gigi. Pilihlah sikat gigi bergambar yang disukai anak agar anak mau menyikat gigi

  2. Menggunakan pasta gigi berflouride apabila gigi sudah tumbuh, dengan perasa buah yang tersedia di pasaran. Carilah rasa yang disukai anak seperti jeruk atau strawberry

  3. Menggosok gigi 2x sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur

  4. Mengurangi konsumsi makanan manis dan minum susu sambil tidur

  5. Menunjukkan video animasi bagaimana cara menyikat gigi yang menyenangkan agar anak tertarik

  6. Membiarkan anak mencoba menyikat gigi nya sendiri agar anak merasa senang

Penting untuk kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk memeriksakan keadaan gigi dan mulut anak.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


20 February 2020
Fahri bertanya :

Dok, apakah benar kalau gigi bolong bisa menyebabkan serangan jantung?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Fahri

Walaupun bukan menjadi faktor utama penyebab penyakit jantung. Gigi yang berlubang dan kesehatan gusi yang buruk dapat menjadi faktor pemicu penyakit lain seperti penyakit jantung atau diabetes.

Beberapa penelitian menjelaskan bahwa bakteri pada penyakit gusi (gingivitis) dapat menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Banyak penderita dari radang gusi (gingivitis dan peridontitis) menunjukkan kesehatan gigi dan mulut yang buruk akibat gaya hidup yang kurang baik sehingga dapat memicu resiko munculnya penyakit lain, seperti penyakit jantung. Oleh karena itu, pasien dengan kondisi plak dan kalkulus yang parah, dengan riwayat penyakit jantung sebaiknya rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi untuk pembersihan karang minimal 6 bulan sekali.

Walaupun bukan menjadi faktor utama penyakit jantung, menjaga pola hidup sehat akan senantiasa membuat kondisi gigi dan mulut menjadi baik. Menggosok gigi 2x sehari dan membatasi asupan gula akan mencegah gigi berlubang

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


19 February 2020
D'andi Saputra bertanya :

Dok saya mau tanya. Saya udah beberapa hari gusi saya bengkah gak sembuh² .apa obatnya ya dok? Terimakasih.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, D'andi Saputra

Abses atau bengkak adalah suatu keadaan infeksius dimana bakteri berkumpul, biasanya membengkak dan berisi cairan pus / nanah pada daerah gusi. Dintandai dengan benjolan berwarna merah, terkadang terdapat bayangan putih berisi nanah. Abses dibedakan berdasarkan letaknya, penyebarannya (akut atau kronis), dan jumlah nya.

Gigi yang berlubang besar yang sudah mati, atau tidak merasakan ngilu sama sekali apabila terkena rangsangan sangat rentan terkena abses. Adanya sisa akar gigi atau plak kalkulus yang banyak juga dapat menyebabkan abses pada gusi.

Keadaan lain yang dapat menyebabkan bengkak pada gusi diantaranya tumbuh gigi bungsu atau trauma saat mengunyah makanan yang keras atau tajam.

Abses biasanya akan hilang dengan obat antibiotik dan analgesik atau dokter gigi umumnya akan melakukan pengambilan jaringan di daerah yang terinfeksi tsb. Setelah itu baru akan dilakukan rencana perawatan berikutnya sesuai dengan keadaan gigi nya. Gigi atau gusi yang sudah terkena abses jika tidak segera ditangani akan menyebabkan infeksi yang lebih serius. Segeralah periksakan keadaan anda ke dokter gigi akan mendapat penanganan yang tepat.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


19 February 2020
Tisya Tiffany bertanya :

Dok sy mau nanya cara menghilangkan nafas bau giman yaa dok?trmksh

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Tisya Tiffany

Bau mulut seringkali disebabkan oleh masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang dan karang gigi. Kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat menimbulkan bau tidak sedap dari mulut. Selain itu, kondisi kesehatan lain juga dapat menyebabkan bau mulut, diantara nya :

  1. Xerostomia : keadaan mulut kering karena gangguan produksi air liur
  2. Gangguan lambung dan saluran pencernaan, seperti gastritis atau GERD
  3. Penyakit lain, seperti diabetes, sinusitis.

Selain itu, kebiasan buruk seperti merokok, diet yang berlebihan, atau hobi makan dan minum dengan bau menyengat juga dapat memperparah bau mulut.

Beberapa tips untuk mencegah bau mulut, antara lain :

  1. Menyikat gigi 2x sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur
  2. Menggunakan sikat lidah untuk membersihkan lidah
  3. Mengganti sikat gigi, minimal 2 bulan sekali
  4. Berkumur dengan obat kumur antiseptik
  5. Rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi 6 bulan sekali. Lakukan penambalan atau perawatan akar jika ada gigi berlubang dan pembersihan karang untuk membersihkan plak dan kalkulus
  6. Mengkonsumsi air mineral minimal 2 liter perhari

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


19 February 2020
Mirdayata Karitas bertanya :

Hallo dokter, dulu saya sering mengunyah daun sirih yang dipercaya sebagi antiseptic mulut, tetapi lama-kelamaan getah yang terkandung disirih tersebut mulai melekat digigi saya dan membuat sela-sela gigi saya kelihatan tidak bersih. awalnya saya pikir itu hal biasa yang jika menyikat gigi dapat hilang dengan sendirinya tapi entah kenapa getah sirih tersebut terus melekat hingga sekarang hingga membuat saya tidak percaya diri. Bagaimana cara menghilangkan getah yang melekat digigi saya tersebut? lalu bagaimana cara tepat menggunakan sirih sebagai antiseptic tanpa harus getahnya melekat digigi? apakah memang benar sirih dapat menghilangkan bakteri dimulut? mohon saran dari dokter, Terimakasih.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Mirdayata Karitas

Daun sirih mengandung senyawa yang menangkal yang dapat mengurangi inflamasi sehingga tidak seringkali digunakan untuk meningkatkan kesehatan mulut, membantu mengurangi pertumbuhan bakteri di mulut, mencegah berbagai infeksi mulut dan penyakit. Daun sirih juga dikatakan dapat melindungi rongga mulut dari karies gigi.

Akan tetapi dalam beberapa penelitian mengungkapkan bahwa aktivitas menyirih dapat meningkatkan keluhan seperti penurunan gusi, gusi berdarah, lesi oral, kekakuan saat membuka mulut, dan adanya sensasi terbakar.

Beberapa tips untuk mengurangi resiko penyakit gigi dan mulut selain menggunakan sirih, antara lain :

  1. Menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi herbal dengan kandungan sirih di dalamnya
  2. Menggunakan obat kumur antiseptik 2x sehari
  3. Mengurangi konsumsi makanan manis agar terhindar dari gigi berlubang
  4. Rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali untuk pembersihan karang dan penambalan gigi yang berlubang

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


19 February 2020
Mathias bertanya :

Halo dok ibu saya gusinya berdarah setelah giginya dicabut pendarahan itu tak berhenti sehingga ketika sikat gigi penuh darah dan ketika makan juga bercampur darah kira2 bagmn pengobatanya dok :(

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Mathias

Penyembuhan luka pasca pencabutan pada umumnya terjadi selama beberapa waktu tergantung dari besarnya luka pencabutan itu sendiri.

Segera setelah gigi dicabut, soket akan terisi darah dari pembuluh darah yang terputus pada jaringan penyangga gigi. Gumpalan darah setelahnya akan terbentuk kurang lebih 24 jam. Gumpalan darah itulah yang akan melindungi soket dari bakteri dan mensterilkan luka. Apabila luka pencabutan besar dan tidak dilakukan penjahitan pada daerah pencabutan, perdarahan yang lebih lama dan banyak kemungkinan akan terjadi. Perdarahan pada luka bekas pencabutan biasanya berangsur hilang pada hari kedua pasca pencabutan.

Pada minggu 4 biasanya luka akan mengalami tahap akhir penyembuhan. Tulang dan jaringan penyangga gigi sudah tertutup sempurna.

Komplikasi perdarahan pasca pencabutan dapat terjadi, apabila perdarahan terjadi terus menerus dengan jumlah yang banyak 1 - 2 haris setelah pencabutan, sebaiknya mengungjungi dokter gigi kembali untuk pemeriksaan luka bekas pencabutan.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


19 February 2020
Ali Nitriani bertanya :

Halo dok cara penanganan pertama saat anak sakit gigi umur 2,5 Thn menangis karena gigi nya terasa skit dan obat yg baik dan bagus di gunakan untuk anak umur sgtu dok terimakasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Ali Nitriani

Pemberian obat atau penangan pertama saat anak sakit gigi perlu melihat penyebab keluhan yang dirasakan. Gigi yang berlubang besar dan kotor akibat penumpukan sisa makan dapat menyebabkan rasa ngilu dan pembengkan apabila tidak segera ditangani. Gusi bengkak akibat gigi akan tumbuh juga seringkali dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada anak.

Bersihkanlah daerah gigi yang sakit dengan menyikat gigi atau kasa halus yang sudah dibasahi air. Berikan makan makanan yang halus agar memudahkan anak dalam mengunyah. Pemberian obat analgesik diperbolehkan apabila anak sangat merasa tidak nyaman. Periksakanlah ke dokter gigi agar gigi anak dapat terjaga sedini mungkin. Pertumbuhan gigi permanen anak akan sangat berpengaruh pada kesehatan gigi susu anak sejak dini.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 11 - 20 of 356