16 February 2020
shirly bertanya :

Dok, gusi saya biasanya kalo sikat gigi suka berdarah. Itu kenapa ya ?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, shirly

Gusi berdarah setiap menyikat gigi pada umumnya disebabkan oleh adanya penumpukan plak pada permukaan gigi. Plak adalah lapisan lunak pada gigi yang terbentuk dari sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan secara menyeluruh,umum nya plak terlihat seperti lapisan berwarna kuning atau putih, licin, muncul di sepanjang batas gigi dan gusi, dan dapat dibersihkan dengan menyikat gigi secara rutin. Plak yang tidak dibersihkan dan dibiarkan lama akan mengeras dan membentuk kalkulus (atau yang sering disebut karang gigi), jika sudah terbentuk karang gigi tidak dapat dibersihkan dengan hanya dengan menyikat gigi.

Plak dan Kalkulus yang menumpuk pada gigi, dapat menyebabkan perlekatan gusi pada gigi anda menjadi longgar, sehingga menyebabkan radang pada gusi, yang biasa disebut dengan gingivitis. Gingivitis yang tidak segera diobati dapat menyebabkan infeksi gusi dan kerusakan gigi yang lebih parah. Gingivitis mempunyai beberapa gejala dan tanda klinis, antara lain:

  1. Gusi merah dan bengkak
  2. Gusi sering berdarah saat menyikat gigi
  3. Bau nafas tidak sedap
  4. Gigi terasa sakit, ngilu, kadang disertai gigi goyang

Perawatan dan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengobati gingivitis, antara lain:

  1. Menyikat gigi 2x sehari, sesudah makan dan sebelum tidur, dengan pasta gigi yang mengandug floride
  2. Menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat halus, untuk mengurangi trauma saat menyikat gigi
  3. Menggunakan obat kumur antiseptik
  4. Perbanyak konsumsi air, buah, dan sayur untuk self-cleansing
  5. Mengunjungi dokter gigi untuk melakukan perawatan scaling atau pembersihan karang gigi, minimal 6 bulan sekali

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


16 February 2020
Farida bertanya :

Jadj begini dok,gigi saya yang belakang itu berlubang dan dulu sering kabuh sakitnya,setelah giginya sebagian ada yang copot sudah tidak kambuh lagi.namun beberapa hari ini kambuh lagi,dan di tambah dengan kebiasaan saya yang suka menggertakkan gigi ketika tidur,padahal jika dalam keadaan sadar saya tidak bisa menggertakkan gigi, bagaimana solusinya dok

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Farida

Gigi yang mengalami kerusakan dan tidak dapat dirawat kembali harus segera dicabut. Sisa akar termasuk dari kerusakan gigi yang parah, apabila tidak dilakukan pencabutan pada sisa akar tsb akan menyebabkan infeksi bakteri yang lebih parah sehingga menyebabkan bengkak.

Bruxism adalah suatu kondisi dimana seseorang mengegeratakkan/mengerutkan gigi pada malam hari, biasanya saat tidur, tanpa ia sadari. Bruxism disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  • stress berlebih
  • gangguan tidur, seperti insomnia atau sleep apnea
  • terdapat nyeri pada telinga

Bruxism yang parah dapat menyebabkan gangguan pada gigi dan rahang, seperti terkikisnya gigi sehingga menimbulkan rasa ngilu, pegal pada rahang, dislokasi sendi pada rahang, sakit kepala, dan masalah lainnya. Kebiasaan ini seringkali terjadi spontan tanpa disadari penderita tersebut. Biasanya penderita akan merasakan pegal pada rahang pada pagi hari setelah bangun tidur.

Pada kasus ringan, bruxism biasanya akan menghilang dengan sendirinya jika keadaan psikologis atau gangguan yang menyertainya hilang. Pada kasus yang lebih parah, biasanya diperlukan mouth guard yang dipakai saat tidur untuk mengurangi gejala bruxism. Segera periksakan ke dokter gigi mengenai keluhan anda, agar dokter dapat mendiagnosis gejala anda secara teliti.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


15 February 2020
Renata Azmia bertanya :

Assalamualaikum dokter. Saya Renata, usia saya masih 16th tapi gigi geraham saya rusak hampir di semua bagian, terus wajah saya juga menjadi asimetris. Baiknya, saya harus bagaimana, dok? Terimakasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Renata Azmia

Gigi permanen yang mengalami kerusakan tidak dapat tumbuh kembali, hanya dapat dilakukan perawatan pada gigi tersebut seperti penambalan, pencabutan, perawatan saluran akar, tergantung dari kasusnya.

Gigi berlubang umumnya diawali oleh plak atau sisa makanan pada mulut. Sisa makanan yang ada dimulut akan dirubah menjadi asam oleh bakteri dan akan membentuk plak yang melekat pada gigi. Plak secara perlahan mengikis lapisan-lapisan gigi, hingga membentuk lubang pada gigi.

Gejala yang muncul pada tiap orang biasanya berbeda-beda, biasanya orang akan merasakan gigi ngilu atau sensitif dan makanan yang sering terselip di gigi. Pada kasus ringan, gejala biasanya tidak akan terasa. Tetapi pada kasus yang lebih parah, gejala akan lebih terlihat, contohnya:

  1. Gigi menjadi lebih ngilu/sensitif
  2. Ngilu saat mengkonsumi makanan dingin atau manis
  3. Adanya lubang pada gigi yang mengakibatkan makanan terselip
  4. Nyeri spontan yang muncul tanpa adanya rangsangan
  5. Perubahan warna pada gigi

Beberapa perawatan yang dapat dilakukan pada gigi yang berlubang, antara lain:

  1. Penambalan permanen dengan bahan tambal sewarna gigi. Gigi berlubang yang masih belum sampai ke saraf ditandai dengan rasa ngilu yang datang jika terdapat rangsangan, seperti saat mengkonsumsi minuman dingin atau makanan manis, lalu hilang setelah rangsangan hilang. Jika gigi masih dalam keadaan tersebut biasanya dapat langsung ditambal dengan bahan tambal sewarna gigi.

  2. Perawatan saluran akar. Gigi berlubang yang telah mencapai pulpa atau lapisan gigi yang berisi pembuluh darah dan saraf, biasanya ditandai dengan rasa nyeri yang timbul tanpa adanya rangsangan. Jika gigi sudah dalam keadaan seperti itu, dokter gigi biasanya akan memberikan perawatan saluran akar terlebih dahulu untuk membersihkan bagian akar gigi dari bakteri. Kemudian setelah itu baru akan dilakukan penambalan atau perawatan mahkota gigi, tergantung dari seberapa besar kerusakan pada gigi.

Apabila gigi sudah tidak dapat dilakukan perawatan karena kerusakan terlalu besar, biasanya pilihan perawatan nya adalah pencabutan. Kehilangan gigi dapat menyebabkan asimetris pada wajah sehingga kehilangan gigi perlu digantikan dengan gigi tiruan agar proporsi wajah tetap baik dan fungsi pengunyahan tetap berfungsi.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


15 February 2020
gigi taring belum tumbuh di umur 18 tahun bertanya :

dok, akar gigi taring susu saya belum copot hingga sekarang, apakah masih bisa tumbuh? umur saya hampir 18 tahun. terima kasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, gigi taring belum tumbuh di umur 18 tahun

Pertumbuhan gigi permanen pada umumnya akan lengkap saat umur 12 - 14 tahun. Gigi susu taring rahang atas biasanya akan tanggal pada usia 9 - 10 tahun. Hypodontia adalah keadaan dimana gigi tidak tumbuh. Seringkali dikaitkan dengan kelainan genetik sehingga tidak dapat dicegah. Dapat terjadi pada gigi susu maupun gigi permanen. Apabila terjadi pada gigi permanen, menyebabkan gigi susu tidak tanggal.

Sebelum memberikan perawatan, dokter gigi perlu melakukan pemeriksaan foto rontgen dan pemeriksaan intraoral untuk melihat bentuk dan keadaan gigi. Foto rontgen perlu dilakukan untuk melihat apakah terdapat benih gigi taring permanen. Gigi taring sendiri termasuk gigi yang sering mengalami impaksi atau tumbuh tidak sempurna karena beberapa faktor.

Pilihan perawatan yang biasanya diberikan pada kondisi ini bertujuan untuk mengembalikan bentuk gigi, fungsi pengunyahan, dan bicara. Segera periksakan keluhan anda ke dokter gigi untuk mendapatkan rencana perawatan yang tepat.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


15 February 2020
Zaky surya bertanya :

Dok, umur saya 17 tahun, dan +- 2 tahun lagi saya mendaftar TNI, tapi gigi saya sedikit tidak rata (seperti gingsul namun bukan gingsul), dan niat saya ingin memasang behel (dalam waktu dekat), pertanyaan saya:1. Apakah pemasangan behel hanya boleh dengan dokter bergelar Sp.Ort?2. Apakah dalam jangka waktu 2 tahun sudah mendapat hasil maximal?3. Apa yg harus saya lakukan jika ingin memasang behel di praktek pinggir jalan? 4. Apakah ada situs untuk pengecekan keaslian gelar dokter?Sekian terimakasih dok

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Zaky surya

Betul sekali, pemakaian alat orthodonti sebaiknya dengan dokter gigi spesialis ortho (Sp. Ort). Walaupun pada prakteknya, banyak sekali dokter gigi umum yang dapat melakukan perawatan ortho. Anda bisa mencari dokter gigi mana yang memang nyaman dalam berkomunikasi dan melakukan perawatan gigi Anda.

Alat orthodonti sendiri pada umumnya dilakukan sesuai dengan tingkat kerusakan gigi, begitupula dengan lama pemakaiannya, tidak dapat dipastikan dalam beberapa waktu akan berubah menjadi normal. Beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya pemakaian alat orthodonti, antara lain:

  • tingkat keparahan dari susunan gigi yang harus dibetulkan
  • ketertiban pasien untuk kontrol secara berkala
  • bahan kawat gigi yang digunakan

Untuk mengecek apakah dokter gigi tersebut termasuk spesialis atau bukan, dapat melihat dari gelar yang ada dibelakang nama dokter gigi tersebut, jika di rumah sakit atau klinik, dapat bertanya ke bagian resepsionis, bagian informasi terkait atau bertanya dengan perawat gigi yang ada.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


14 February 2020
Rini bertanya :

Gusi saya bengkak bagaimana cara untuk ngatasinya dok terimakasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Rini

Abses atau bengkak adalah suatu keadaan infeksius tempat dimana bakteri berkumpul, biasanya membengkak dan berisi cairan pus/nanah pada daerah gusi. Abses dibedakan berdasarkan letaknya, penyebarannya (akut atau kronis), dan jumlahnya.

Beberapa ciri-ciri gigi yang dapat terkena abses:

  • gigi yang berlubang besar yang sudah mati, atau tidak merasakan ngilu sama sekali apabila terkena rangsangan
  • sisa akar gigi
  • gigi dengan plak dan kalkulus yang banyak
  • gigi yang tumbuh sebagian

Abses biasanya akan hilang dengan obat antibiotik dan analgesik atau dokter gigi umumnya akan melakukan pengambilan jaringan di daerah yang terinfeksi tsb. Setelah itu baru akan dilakukan rencana perawatan berikutnya sesuai dengan keadaan gigi nya. Gigi atau gusi yang sudah terkena abses jika tidak segera ditangani akan menyebabkan infeksi yang lebih serius. Segeralah periksakan keadaan Anda ke dokter gigi sehingga Anda akan mendapat penanganan yang tepat.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


13 February 2020
Rizkia Nuranisa bertanya :

Dok gusi saya bengkak dan rasanya sakit sekali saya liat seperti ada gigi kecil yang keluar, padahal imur saya sekarang 24 kira"penangan pertama biar mengurangi rasa sakit nya apa ya

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Rizkia Nuranisa

Selain karena adanya penumpukan bakteri, abses juga dapat disebabkan oleh adanya gigi bungsu yang akan tumbuh.

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang tumbuh pada usia 15 sampai 25 tahun. Pertumbuhannya seringkali bervariasi pada setiap orang tergantung dari sisa ruang pada rahang atas maupun bawah, maka dari itu gigi bungsu seringkali tumbuh miring, sebagian, atau tidak tumbuh sama sekali.

Gigi yang tumbuh tidak sesuai dapat menyebabkan beberapa keluhan pada rongga mulut, seperti :

  • makanan sering terselip
  • gigi berlubang
  • gusi memerah dan membengkak
  • rasa pegal pada rahang
  • pusing kepala sebelah
  • penumpukan plak dan kalkulus

Keadaan diatas seringkali dapat menyebabkan bau mulut, gigi berlubang, dan pembengkakan pada gusi karena pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut kurang terjaga.

Bila masalah tersebut sering terjadi sebaiknya segera mengunjungi dokter gigi untuk segera dilakukan pencabutan. Pencabutan pada gigi bungsu disebut dengan odontektomi gigi.

Proses odontektomi sendiri adalah proses pencabutan dengan prosedur operasi kecil pada gigi bungsu yang tumbuh tidak sesuai. Sebelum melakukan odontektomi biasanya diperlukan pemeriksaan foto rontgen untuk melihat bentuk dan letak gigi pada rahang, foto rontgen diperlukan karena proses odontektomi membutuhkan pembukaan gusi untuk prosedur pencabutan gigi.

Bengkak atau nyeri karena gigi bungsu biasanya akan hilang dengan sendiri nya selama 7 - 14 hari. Seringkali timbul kembali dalam beberapa bulan. Selalu jaga kesehatan gigi dan mulut anda dengan menyikat gigi 2x sehari dengan pasta gigi berflouride. Pemberian obat kumur antiseptik disarankan apabila gigi bungsu sedang terasa nyeri.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


13 February 2020
jonijon bertanya :

Dok, saya mengalami bau mulut. saya sering baca2, bau mulut biasanya dikategorikan berdasarkan kemiripan bau terhadap benda2 lain.

nah yg saya derita ini kira2 baunya mirip feses, mungkin juga salah.

nah yg mau saya tanyakan adalah, sebaiknya saya berkonsultasi ke dokter gigi, THT atau dokter yg lain?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, jonijon

Bau mulut seringkali disebabkan oleh masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang dan karang gigi. Kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat menimbulkan bau tidak sedap dari mulut. Selain itu, kondisi kesehatan lain juga dapat menyebabkan bau mulut, diantara nya :

  1. Xerostomia : keadaan mulut kering karena gangguan produksi air liur
  2. Gangguan saluran pencernaan, seperti gastritis atau GERD
  3. Penyakit lain, seperti diabetes, sinusitis.

Selain itu, kebiasan buruk seperti merokok, diet yang berlebihan, atau hobi makan dan minum dengan bau menyengat juga dapat memperparah bau mulut.

Beberapa tips untuk mencegah bau mulut, antara lain :

  1. Menyikat gigi 2x sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur
  2. Menggunakan sikat lidah untuk membersihkan lidah
  3. Mengganti sikat gigi, minimal 2 bulan sekali
  4. Berkumur dengan obat kumur antiseptik
  5. Rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi 6 bulan sekali. Lakukan penambalan atau perawatan akar jika ada gigi berlubang dan pembersihan karang untuk membersihkan plak dan kalkulus
  6. Mengkonsumsi air mineral minimal 2 liter per hari

Kesehatan tubuh yang kurang baik juga dapat menyebabkan adanya bau mulut sebagai manifestasi oral. Segeralah periksakan keluhan anda ke dokter gigi untuk mengetahui penyebab bau mulut

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


13 February 2020
skout bertanya :

dok, gigi saya sejak smp berubah warna menjadi kuning, namun hanya dari gigi pinggir ke belakang saja yg berubah. nah apa yg harus saya lakukan supaya gigi saya berubah menjadi putih kembali.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, skout

Karang gigi adalah kumpulan plak yang mengeras karena lama tidak dibersihkan. Pada umumnya berwarna putih kekuningan bahkan dapat berubah menjadi abu kehitaman apabila berada di dalam mulut terlalu lama sehingga sisa-sia warna makanan menempel.

Perubahan warna pada karang juga dapat disebebkan oleh kebiasaan merokok, meminum kopi, atau minuman berwarna lainnya. Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan staining/noda kehitaman pada gigi.

Bintik hitam atau kecoklatan pada permukaan gigi bisa merupakan tanda awal terjadinya karies. Karies gigi disebabkan oleh sisa-sisa makanan pada permukaan gigi yang berubah menjadi asam yang dapat menyebabkan lubang pada gigi. Gigi yang berlubang yang segera diobati akan mengakibatkan rasa ngilu dan nyeri, kondisi lebih parahnya bisa menyebabkan bengkak pada gusi karena adanya infeksi bakteri.

Jika anda sudah merasa melihat gejala adanya penumpukan karang gigi, sebaiknya segeralah memeriksakan ke dokter gigi untuk pembersihan karang. Karang gigi yang tidak segera dibersihkan dapat merusak gigi sehingga membuat gigi berlubang, goyang, dan parahnya terlepas dari gusi.

Selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan sikat gigi 2x sehari dengan pasta gigi berflouride dan cek 6 bulan sekali ke dokter gigi

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 February 2020
Elvira Mahdareta bertanya :

halo dokmau tanya gigi sya berlubang saya sudah konsumsi ibat asam mefenamat tapi cuma sebentr doang sembuhnya,llu kambuhlagi.dan sekarang sya malam suka menggih di malam hari kadang sore juga,terus sakit kepala sebelah.kadang sesudah kedinginan badan panas.itu knapa ya dok ?apa karna gigi yg sakit ?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Elvira Mahdareta

Gigi yang sakit dan ngilu menandai adanya infeksi bakteri pada gigi tersebut. Keadaan gigi berlubang dengan disertai rasa sakit tudak dapat diobati hanya dengan mengkonsumsi obat-obatan.

Beberapa tanda gigi berlubang antara lain:

  1. Adanya celah / lubang pada gigi yang menyebabkan makanan dapat masuk
  2. Gigi terasa ngilu apabila terkena rangsangan, seperti makanan manis atau minuman dingin
  3. Gigi terasa ngilu apabila terkena udara

Jika terdapat tanda-tanda di atas, segeralah memeriksakan gigi anda ke dokter gigi untuk melakukan penambalan gigi. Gigi yang berlubang belum mengenai saraf dapat segera ditambal dengan bahan tambal yang disediakan oleh klinik.

Apabila gigi yang berlubang terasa ngilu tanpa adanya rangsangan, menandakan bahwa bakteri sudah mengenai saraf gigi sehingga perlu dilakukan perawatan saluran akar sebelum gigi ditambal

Beberapa tips untuk mencegah gigi berlubang, antara lain :

  1. Menyikat gigi 2x sehari dengan pasta gigi berflouride
  2. Membersihkan lidah dengan sikat lidah
  3. Mengurangi konsumsi makan tinggi gula dan memperbanyak buah sayur
  4. Rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali untuk pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 31 - 40 of 355