13 February 2020
Rizkia Nuranisa bertanya :

Dok gusi saya bengkak dan rasanya sakit sekali saya liat seperti ada gigi kecil yang keluar, padahal imur saya sekarang 24 kira"penangan pertama biar mengurangi rasa sakit nya apa ya

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Rizkia Nuranisa

Selain karena adanya penumpukan bakteri, abses juga dapat disebabkan oleh adanya gigi bungsu yang akan tumbuh.

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang tumbuh pada usia 15 sampai 25 tahun. Pertumbuhannya seringkali bervariasi pada setiap orang tergantung dari sisa ruang pada rahang atas maupun bawah, maka dari itu gigi bungsu seringkali tumbuh miring, sebagian, atau tidak tumbuh sama sekali.

Gigi yang tumbuh tidak sesuai dapat menyebabkan beberapa keluhan pada rongga mulut, seperti :

  • makanan sering terselip
  • gigi berlubang
  • gusi memerah dan membengkak
  • rasa pegal pada rahang
  • pusing kepala sebelah
  • penumpukan plak dan kalkulus

Keadaan diatas seringkali dapat menyebabkan bau mulut, gigi berlubang, dan pembengkakan pada gusi karena pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut kurang terjaga.

Bila masalah tersebut sering terjadi sebaiknya segera mengunjungi dokter gigi untuk segera dilakukan pencabutan. Pencabutan pada gigi bungsu disebut dengan odontektomi gigi.

Proses odontektomi sendiri adalah proses pencabutan dengan prosedur operasi kecil pada gigi bungsu yang tumbuh tidak sesuai. Sebelum melakukan odontektomi biasanya diperlukan pemeriksaan foto rontgen untuk melihat bentuk dan letak gigi pada rahang, foto rontgen diperlukan karena proses odontektomi membutuhkan pembukaan gusi untuk prosedur pencabutan gigi.

Bengkak atau nyeri karena gigi bungsu biasanya akan hilang dengan sendiri nya selama 7 - 14 hari. Seringkali timbul kembali dalam beberapa bulan. Selalu jaga kesehatan gigi dan mulut anda dengan menyikat gigi 2x sehari dengan pasta gigi berflouride. Pemberian obat kumur antiseptik disarankan apabila gigi bungsu sedang terasa nyeri.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


13 February 2020
jonijon bertanya :

Dok, saya mengalami bau mulut. saya sering baca2, bau mulut biasanya dikategorikan berdasarkan kemiripan bau terhadap benda2 lain.

nah yg saya derita ini kira2 baunya mirip feses, mungkin juga salah.

nah yg mau saya tanyakan adalah, sebaiknya saya berkonsultasi ke dokter gigi, THT atau dokter yg lain?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, jonijon

Bau mulut seringkali disebabkan oleh masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang dan karang gigi. Kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat menimbulkan bau tidak sedap dari mulut. Selain itu, kondisi kesehatan lain juga dapat menyebabkan bau mulut, diantara nya :

  1. Xerostomia : keadaan mulut kering karena gangguan produksi air liur
  2. Gangguan saluran pencernaan, seperti gastritis atau GERD
  3. Penyakit lain, seperti diabetes, sinusitis.

Selain itu, kebiasan buruk seperti merokok, diet yang berlebihan, atau hobi makan dan minum dengan bau menyengat juga dapat memperparah bau mulut.

Beberapa tips untuk mencegah bau mulut, antara lain :

  1. Menyikat gigi 2x sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur
  2. Menggunakan sikat lidah untuk membersihkan lidah
  3. Mengganti sikat gigi, minimal 2 bulan sekali
  4. Berkumur dengan obat kumur antiseptik
  5. Rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi 6 bulan sekali. Lakukan penambalan atau perawatan akar jika ada gigi berlubang dan pembersihan karang untuk membersihkan plak dan kalkulus
  6. Mengkonsumsi air mineral minimal 2 liter per hari

Kesehatan tubuh yang kurang baik juga dapat menyebabkan adanya bau mulut sebagai manifestasi oral. Segeralah periksakan keluhan anda ke dokter gigi untuk mengetahui penyebab bau mulut

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


13 February 2020
skout bertanya :

dok, gigi saya sejak smp berubah warna menjadi kuning, namun hanya dari gigi pinggir ke belakang saja yg berubah. nah apa yg harus saya lakukan supaya gigi saya berubah menjadi putih kembali.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, skout

Karang gigi adalah kumpulan plak yang mengeras karena lama tidak dibersihkan. Pada umumnya berwarna putih kekuningan bahkan dapat berubah menjadi abu kehitaman apabila berada di dalam mulut terlalu lama sehingga sisa-sia warna makanan menempel.

Perubahan warna pada karang juga dapat disebebkan oleh kebiasaan merokok, meminum kopi, atau minuman berwarna lainnya. Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan staining/noda kehitaman pada gigi.

Bintik hitam atau kecoklatan pada permukaan gigi bisa merupakan tanda awal terjadinya karies. Karies gigi disebabkan oleh sisa-sisa makanan pada permukaan gigi yang berubah menjadi asam yang dapat menyebabkan lubang pada gigi. Gigi yang berlubang yang segera diobati akan mengakibatkan rasa ngilu dan nyeri, kondisi lebih parahnya bisa menyebabkan bengkak pada gusi karena adanya infeksi bakteri.

Jika anda sudah merasa melihat gejala adanya penumpukan karang gigi, sebaiknya segeralah memeriksakan ke dokter gigi untuk pembersihan karang. Karang gigi yang tidak segera dibersihkan dapat merusak gigi sehingga membuat gigi berlubang, goyang, dan parahnya terlepas dari gusi.

Selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan sikat gigi 2x sehari dengan pasta gigi berflouride dan cek 6 bulan sekali ke dokter gigi

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 February 2020
Elvira Mahdareta bertanya :

halo dokmau tanya gigi sya berlubang saya sudah konsumsi ibat asam mefenamat tapi cuma sebentr doang sembuhnya,llu kambuhlagi.dan sekarang sya malam suka menggih di malam hari kadang sore juga,terus sakit kepala sebelah.kadang sesudah kedinginan badan panas.itu knapa ya dok ?apa karna gigi yg sakit ?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Elvira Mahdareta

Gigi yang sakit dan ngilu menandai adanya infeksi bakteri pada gigi tersebut. Keadaan gigi berlubang dengan disertai rasa sakit tudak dapat diobati hanya dengan mengkonsumsi obat-obatan.

Beberapa tanda gigi berlubang antara lain:

  1. Adanya celah / lubang pada gigi yang menyebabkan makanan dapat masuk
  2. Gigi terasa ngilu apabila terkena rangsangan, seperti makanan manis atau minuman dingin
  3. Gigi terasa ngilu apabila terkena udara

Jika terdapat tanda-tanda di atas, segeralah memeriksakan gigi anda ke dokter gigi untuk melakukan penambalan gigi. Gigi yang berlubang belum mengenai saraf dapat segera ditambal dengan bahan tambal yang disediakan oleh klinik.

Apabila gigi yang berlubang terasa ngilu tanpa adanya rangsangan, menandakan bahwa bakteri sudah mengenai saraf gigi sehingga perlu dilakukan perawatan saluran akar sebelum gigi ditambal

Beberapa tips untuk mencegah gigi berlubang, antara lain :

  1. Menyikat gigi 2x sehari dengan pasta gigi berflouride
  2. Membersihkan lidah dengan sikat lidah
  3. Mengurangi konsumsi makan tinggi gula dan memperbanyak buah sayur
  4. Rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali untuk pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 February 2020
Wulan bertanya :

Dok, saya habis melakukan perawatan tambal gigi mematikan saraf yang ke2. Tp kenapa sesudah ditambal kok rasanya dr gigi yg ditambal terkadang keluar rasa seperti gas gitu ya dok? Bisa tolong penjelasannya dok? Trimakasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Wulan

Tambalan sementara berguna untuk menutup kavitas gigi setelah dibersihkan. Umumnya dokter gigi akan memberikan cairan obat pada kapas kecil yang diletakkan di dalam kavitas gigi. Obat tsb bermacam-macam jenisnya dan digunakanan sesuai kebutuhan.

Keluhan nyeri yang terasa setelah perawatan biasanya dapat disebebabkan oleh bermacam-macam faktor, seperti :

  1. Alergi pada obat tertentu
  2. Adanya sisa bakteri yang belum bersih
  3. Tambalan sementara yang menekan ke gusi atau terlalu tinggi
  4. Gas yang terpendam pada gigi yang mengalami pembengkakan.

Gas yang terasa dari dalam kavitas terbentuk dari bakteri yang ada di dalam gigi. Obat yang diberikan dokter gigi pada saat perawatan saluran akar berfungsi untuk mengumpulkan gas tersebut agar gigi nantinya dalam keadaan bersih dari bakteri. Pada kunjungan peratama dan kedua biasanya proses perawatan saluran akar masih dalam tahap mematikan bakteri sehingga seringkali timbul rasa nyeri atau tidak nyaman.

Konsultasikan pada dokter gigi yang menangani apabila rasa tidak nyaman tersebut tidak berkurang saat kunjungan berikutnya.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


11 February 2020
Tuslykha bertanya :

Gusi saya bengkak dok, awalnya bengkak dibagian gusi belakang sekarang sudah merembet ke bagian samping gigi. Dan di bagian yg bengkak itu seperti ada gigi baru yang tumbuh tapi kecil, dari gigi samping dan leher saya kerasa kaku dok tidak bisa menengok. Susah untuk ngunyah makanan, dan telinga saya juga sudah merasakan sakit. Itu kira-kira kenapa ya dok dan gimana penangannanya?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Tuslykha

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang tumbuh pada usia 15 sampai 25 tahun. Pertumbuhannya seringkali bervariasi pada setiap orang tergantung dari sisa ruang pada rahang atas maupun bawah, maka dari itu gigi bungsu seringkali tumbuh miring, sebagian, atqu tidak tumbuh sama sekali.

Gigi yang tumbuh tidak sesuai dapat menyebabkan beberapa keluhan pada rongga mulut, seperti :

  • makanan sering terselip
  • gigi berlubang
  • gusi memerah dan membengkak
  • rasa pegal pada rahang
  • pusing kepala sebelah
  • penumpukan plak dan kalkulus

Keadaan diatas seringkali dapat menyebabkan bau mulut, gigi berlubang, dan pembengkakan pada gusi karena pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut kurang terjaga.

Bila masalah tersebut sering terjadi sebaiknya segera mengunjungi dokter gigi untuk segera dilakukan pencabutan. Pencabutan pada gigi bungsu disebut dengan odontektomi gigi. Selain pencabutan, Dokter juga akan memberikan obat untuk mengurangi nyeri dan juga mencegah terjadinya infeksi lanjutan.

Proses odontektomi sendiri adalah proses pencabutan dengan prosedur operasi kecil pada gigi bungsu yang tumbuh tidak sesuai. Sebelum melakukan odontektomi biasanya diperlukan pemeriksaan foto rontgen untuk melihat bentuk dan letak gigi pada rahang, foto rontgen diperlukan karena proses odontektomi membutuhkan pembukaan gusi untuk prosedur pencabutan gigi.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


11 February 2020
Aprelia bertanya :

Mlm saya mau tanya gigi bawah belakang saya berlubang di tambal dan tambalnya terlalu lama apa yang harus di lakukan

Drg. Sella Prininta menjawab:

Selamat Malam Aprelia

Penambalan gigi sendiri berfungsi untuk menutup gigi yang rusak agar bakteri tidak masuk kembali, selain itu penambalan juga berfungsu untuk memperbaiki fungsi dan bentuk gigi menyerupai gigi asli.

Setiap bahan tambal mempunyai tingkat kekuatan dan ketahanan yang berbeda-beda, menjaga kebersihan mulut dan diet sehat juga termasuk salah faktor yang dapat membantu mempertahankan tambalan gigi agar bertahan lama.

Tambalan yang kurang baik biasanya dapat menyebabkan gigi terasa sakit, dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti :

  • adanya celah / kebocoran pada tambalan
  • terdapat udara yang terpendam pada kavitas gigi sehingga menimbulkan rasa nyeri ketika menggigit
  • pembersihan bakteri pada kavitas gigi belum cukup sehingga masih ada bakteri yang tersisa
  • tambalan yang terlalu tinggi sehingga tambalan terasa mengganjal

Apabila terjadi keluhan pada tambalan anda sebaiknya segera lakukan penambalan ulang. proses penambalan sendiri pada umumnya dilakukan 1 sampai 3x kunjungan tergantung dari seberapa besar kerusakan pada gigi. Ideal nya suatu tambalan harus bertahan selama mungkin tanpa tenggang waktu. Ketahanan tersebut juga dipengaruhi oleh seberapa baik kita menjaga kesehatan gigi dan mulut kita.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


10 February 2020
Ariansyah Adi Pratama bertanya :

Dok saya mau tanya rahang bawah saya lebih maju daripada rahang atas jadi gigi bagia depan saya tidak bisa digunakan untuk menggigit padahal keluarga saya tidak ada yang mengalami seperti saya ...?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Ariansyah Adi Pratama

Maloklusi adalah bentuk hubungan antara rahang atas dengan rahang bawah yang menyimpang dan tidak sesuai dari keadaan normal. Keadaan ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain genetik, lingkungan, perkembangan dento-facial, kebiasaan, dll.

Maloklusi dibagi menjadi 3 kelas, yaitu

  • maloklusi kelas 1 Menunjukkan relasi normal antara gigi geraham atas dengan gigi geraham bawah. Kelainan yang terjadi biasanya crowding, spacing, rotasi, dan sebagainya

  • maloklusi kelas 2 Menunjukkan relasi gigi geraham atas lebih maju dibandingkan gigi geraham bawah. Kelainan yang terjadi biasanya gigi rahang atas terlihat maju kedepan (tonggos)

  • maloklusi kelas 3 Menunjukkan relasi gigi geraham atas lebih mundur dibandingkan gigi geraham bawah (cameh)

Cara terbaik untuk mengetahui keadaan maloklusi dan perawatan yang tepat adalah memeriksakan ke dokter gigi spesialis orthodonti.

Perawatan kasus maloklusi tergantung dari jenis dan keparahan gigi. Alat orthodonti mempunyai 2 jenis yaitu lepasan dan cekat. Alat orthodonti lepasan biasanya digunakan untuk kasus ringan, seperti crowding gigi depan, mempertahankan posisi gigi, sedangkan alat orthodonti cekat digunakan untuk alat aktif merubah posisi gigi. Untuk kasus maloklusi rahang berat biasanya tindakan operasi perlu dilakukan.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


09 February 2020
Condro bertanya :

Malam Dok. Maaf dok mau tanya. Gigi saya kan berlubang, kadang terasa sakit. Apakah bisa saraf giginya yang berlubang dimatikan? Kalau misalkan bisa dengan cara apa ya dok, disuntik atau dengan obat (beli si apotek)? Terima kasih.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Selamat Malam Condro

Gigi berlubang yang telah mencapai pulpa atau lapisan gigi yang berisi pembuluh darah dan saraf, biasanya ditandai dengan

  1. Rasa nyeri yang timbul tanpa adanya rangsangan
  2. Nyeri tidak hilang setelah terkena rangsangan
  3. Berlubang besar sampai setengah dari mahkota
  4. Sakit saat menggigit

Jika gigi sudah dalam keadaan tsb, dokter gigi biasanya akan memberikan perawatan saluran akar terlebih dahulu sebelum melakukan penambalan.

Pertama-tama dokter gigi akan membersihkan bagian akar gigi dari bakteri untuk mematikan saraf gigi. Setelah itu akan dilakukan pembersihan jaringan dan sterilasi gigi dengan obat yang dimasukkan dalam kavitas gigi. Proses sterilisasi gigi pada umumnya dilakukan dalam beberapa kunjungan sampai gigi telah steril.

Setelah itu dokter gigi baru akan melakukan penambalan pada gigi apabila perawatan saluran akar telah selesai.

Penambalan gigi dapat dilakukan apabila kerusakan gigi tidak besar. Jika kerusakan gigi besar umumnya dokter gigi akan menyarankan untuk pemakaian mahkota sebagai follow up perawatan saluran akar.

Obat sistemik memang dapat mengurangi rasa nyeri pada gigi tetapi hanya bersifat sementara. Sebaiknya segera mengunjungi dokter gigi untuk dilakukan perawatan.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


08 February 2020
Ari Sutrisno bertanya :

Anak saya jatuh dan gigi atasnya terantuk keramix hingga patah,dan lebam...apa yg harus sy lakukan sementara ada titik merah di sela giginya...mhn penjelasan nya.trmksh

Drg. Sella Prininta menjawab:

Selamat Siang Ari Sutrisno

Jika gigi yang patah adalah gigi permanen maka gigi tersebut tidak dapat tumbuh kembali. Bintik merah pada gigi adalah bayangan pembuluh darah pada saluran akar yang terlihat karena gigi tsb patah.

Gigi permanen yang mengalami kerusakan tidak dapat tumbuh kembali, hanya dapat dilakukan perawatan pada gigi tsb seperti penambalan, pencabutan, atau perawatan saluran akar, tergantung dari kasusnya.

Untuk kasus gigi yang patah karena trauma, anda dapat memeriksakannya ke dokter gigi untuk dilakukan perawatan rontgen sebelum melakukan perawatan. Foto rontgen perlu dilakukan untuk melihat keadaan akar dan jaringan penyangga gigi lainnya.

Selain mahkota gigi yang patah, pada umumnya keluhan yang dialami adalah gigi goyang atau gusi bengkak. Anak biasanya akan merasakan nyeri saat menggigit atau terkena gigi lawan. Jika terdapat gejala tsb sebaiknya segera mengunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 41 - 50 of 359