11 March 2020
Natalia Wulandari bertanya :

Selamat Siang Alodokter, Saya mau tanya:

  1. Bagaimana cara menghilangkan ngilu pada gigi
  2. Bagaimana cara mengurangi sakit pada gigi yang berlubang
  3. Bagaimana cara nya supaya bibir tidak kering,
  4. Kenapa yah gigi Anak pertama Saya berlubang lubang,sedangkan Anak ke 2 Saya gigi nya tidak berlubang,apakah ini terpengaruh dari susu.

Terima kasih.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Natalia Wulandari

Gigi ngilu dan sakit adalah tanda adanya kelainan pada gigi kita, seperti penumpukan plak dan kalkulus atau gigi berlubang.

Penumpukan plak dan kalkulus dapat menyebabkan penurunan gusi yang besar sehingga menimbulkan rasa ngilu pada seluruh permukaan gigi. Pembersihan karang gigi atau scaling adalah perawatan yang tepat untuk menghilangkan keluhan ini.

Begitupula dengan gigi berlubang, gigi yang berlubang kecil dapat menimbulkan rasa ngilu apabila gigi tersebut mengenai rangsangan seperti makanan manis, air dingin, atau terkena udara. Rasa nyeri dari gigi berlubang timbul akibat bakteri yang masuk kedalam ruangan pulpa, yaitu lapisan gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Penambalan dapat dilakukan untuk membersihkan lubang gigi dari bakteri.

Keadaan mulut yang kering, bisa menjadi tanda adanya penyakit pencernaan seperti maag atau gerd. Kurangnya asupan air dan vitamin c juga menjadi penyebab bibir dan mulut menjadi kering. Pastikan selalu mengkonsumsi air kurang lebih 2 liter per hari.

Gigi anak yang berkubang dapat disebabkan karena kurangnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, seperti terlalu sering mengkonsumsi makanan manis, minum susu di malam hari, dan kurang bersih dalam menyikat gigi. Keadaan gigi dan mulut tiap anak berbeda - beda, selalu pastikan anak menyikat gigi 2x sehari setelah sarapan dan sebelum tidur, juga mengurangi minum susu dengan dot di malam hari dapat membantu mencegah gigi berlubang.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


11 March 2020
Siska Silvia lestari bertanya :

Hallo dok..saya Siska..saya mau bertanya .waktu itu saya melakukan pembersihan karang gigi dok..sampai sekarang ..gigi saya sangat linu... Gosok gigi pun rasanya linu .kena air pun linu dok..bagaimana solusinya ya dok..??

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Siska Silvia lestari

Scaling atau pembersihan karang gigi seringkali menimbulkan rasa ngilu setelah selai perawatan. Rasa ngilu pada gigi dapat disebabkan karena faktor lain, diantaranya :

  1. Adanya gigi berlubang Gigi yang berlubang seringkali tidak disadari oleh kita dapat menimbulkan rasa linu dan akhirnya sakit. Semakin besar lubang, rasa ngilu akan semakin sering sehingga harus dilakukan penambalan. Karang gigi yang menumpuk juga seringkali menutupi lubang sehingga lubang baru terlihat setelah karang gigi dibersihkan

  2. Penurunan gusi Penurunan gusi terjadi akibat penumpukan plak serta kesalahan dalam menyikat gigi. Plak yang terbentuk pada permukaan gigi akan membuat gusi turun sehingga menimbulkan rasa nyeri di daerah ujung gigi. Setelah pembersihan karang gigi, gusi tidak akan otomatis kembali dalam keadaan normal, penurunan gusi yang semula tertutupi oleh karang akan terbuka sehingga seringkali menimbulkan rasa ngilu. Sama halnya dengan kesalahan teknik menyikat gigi membuat akar terlihat sehingga gigi terasa ngilu

  3. Abrasi pada gigi Abrasi atau terkikisnya lapisan gigi diakibatkan oleh kebiasan buruk seperti menggigit gigit sesuatu, menyikat gigi terlalu keras, dan mengkonsumsi makanan yang bersifat asam. Keadaan tersebut umumnya terlihat pada daerah ujung gigi dekat gusi, membentuk seperti cekungan. Perawatan pada gigi yang abrasi adalah penambalan.

Beberapa tips untuk mengurangi rasa ngilu pada gigi adalah

  1. Menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif
  2. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang terlalu asam
  3. Mengganti sikat gigi dengan bulu yang halus dan memperhatikan teknik menyikat gigi yang benar
  4. Menggunakan obat kumur antiseptik

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


11 March 2020
Wartini bertanya :

Alodokter, saya mau tanya nih. Saya punya teman yg giginya bolong, beberapa waktu lalu gusi nya bengkak sedikit bernanah, sehingga pipinya juga ikut membengkak dan hampir tidak bisa dikenali. Semakin lama bengkak nya semakin membesar dan terasa sakit, dia hanya meminum obat penghilang sakit gigi saja dok, menurut dokter apa yg harus saya lakukan Utk membantu permasalahan teman saya ini dan apa Berbahayakah kondisi tersebut jika tidak ditangani Dgn cepat? Lalu apa upaya" Utk menghindari keadaan seperti pembengkakan tersebut dok? Dan terakhir apa tanda" gangguan pada gusi yg bengkak seperti itu agar tdk terjadi lagi dok. Terimakasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Wartini

Abses atau bengkak adalah suatu keadaan infeksius dimana bakteri berkumpul, biasanya membengkak dan berisi cairan pus / nanah pada daerah gusi. Abses dibedakan berdasarkan letaknya, penyebarannya (akut atau kronis), dan jumlah nya.

Beberapa ciri-ciri gigi yang dapat terkena abses :

  • gigi yang berlubang besar yang sudah mati, atau tidak merasakan ngilu sama sekali apabila terkena rangsangan
  • sisa akar gigi
  • gigi dengan plak dan kalkulus yang banyak
  • gigi yang tumbuh sebagian

Abses biasanya akan hilang dengan obat antibiotik dan analgesik atau dokter gigi umumnya akan melakukan pengambilan jaringan di daerah yang terinfeksi tsb. Setelah itu baru akan dilakukan rencana perawatan berikutnya sesuai dengan keadaan gigi nya. Gigi atau gusi yang sudah terkena abses jika tidak segera ditangani akan menyebabkan infeksi yang lebih serius. Segeralah periksakan keadaan anda ke dokter gigi akan mendapat penanganan yang tepat.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


11 March 2020
Sulandari bertanya :

Hallo dok.. Anak bungsu saya laki-laki saat ini berusia 7,3 tahun.Sejak tumbuh gigi hingga saat ini alkhamdulillah tidak mengalami gigi keropos seperti anak-anak pada umumnya.Giginya bahkan sangat rapi dan bersih. Tapi semenjak gigi susu bagian atas copot dan ganti gigi baru ternyata dua gigi susu yang atas tumbuhnya agak menonjol namun tidak sampai keluar. Pertanyaannya,Apakah seiring bertambahnya usia nantinya giginya akan menonjol keluar?Adakah solusi yang aman dan ekonomis agar giginya rapi seperti sebelumnya?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Sulandari

Pertumbuhan gigi pemanen sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan gigi susu itu sendiri. Gigi susu yang tanggal sebelum atau lewat dari waktunya akan berpengaruh pada pertumbuhan gigi permanen. Akibatnya, gigi permanen akan tumbuh tidak pada tempatnya sehingga gigi permanen akan tumbuh berantakan dan tumpang tindih.

Erupsi gigi permanen biasanya dimulai pada usia 6-7 tahun pada gigi geraham pertama bawah dan berakhir saat umur 12-14 tahun pada gigi geraham kedua, untuk gigi geraham ketiga akan muncul saat usia 20-25 tahun.

Gigi permanen yang tumbuh tumpang tindih dan terlihat berantakan dapat direhabilitasi dengan perawatan ortho (kawat gigi) saat semua gigi permanen telah lengkap dan tumbuh sempurna.

Rencana perawatan biasanya akan diskusikan terlebih dulu oleh dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Pemeriksaan pendukung juga perlu dilakukan, seperti pemeriksaan rontgen dan pencetakan gigi.

Untuk mencegah pertumbuhan gigi permanen yang tidak sesuai dengan letaknya, selalu periksakan ke dokter gigi jika terdapat gigi susu yang berkubang dan goyang.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


11 March 2020
Andre baron bertanya :

Dok, mau tanyah nih Kalo smokers melanosis itu muncul setelah berapa lama merokok ya? Udah nyari jurnal tapi ga nemu Makasi dok

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Andre baron

Smoker's melanosis adalah pigmentasi pada daerah mukosa mulut akibat kebiasaan merokok. Terjadi akibat adanya deposisi melanin pada sel basal mukosa.

Smoker's melanosis sendiri timbul pada 25 - 31% perokok dan menurut satu penelitian yang ada, frekuensinya meningkat secara signifikan pada setahun pertama seseorang merokok. Semakin lama seseorang merokok semakin besar juga resiko timbulnya smoker's melanosis pada orang tersebut.

Lokasi awal yang sering terjadi adalah pada mukosa labial dan dapat meluas ke mukosa lain apabila seseorang semakin lama merokok.

Jumlah rokok yang dikonsumsi dan lamanya seseorang merokok berhubungan dengan pengendapan nikotin dalam tubuh sehingga semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi, semakin besar pula resiko meluasnya pigmentasi pada orang tersebut.

(Sumber : Langlais RP, Miller CS. Color Atlas of Common Oral Disease. 3th ed. Lippincott Williams & Wilkins. 2003.

Gondak RO, da Silva-Jorge R, Jorge J, Lopes, MA, Vargas PA. Oral pigmented lesions: clinicopathologic features and review of the literature. Med Oral Patol Oral Cir Bucal 2012;17(6):919-24.)

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


11 March 2020
Dea amalia putri bertanya :

Hallo dokter,saya dea umur 14tahun dok gigi saya yang depan pada patah sedikit sedikit kalo misalnya patah semua apakah bsa tumbuh lagi dok?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Dea amalia putri

Gigi depan yang mengalami fraktur atau patah sudah tidak dapat tumbuh kembali. Pada usia 14 tahun seharusnya semua gigi sudah berganti menjadi gigi permanen sehingga perawatan yang dapat dilakukan pada gigi yang patah adalah dengan penambalan.

Penambalan dengan bahan tambal sewarna gigi dapat dilakukan apabila gigi yang patah hanya pada mahkota gigi saja. Apabila gigi yang patah sudah mengenai pulpa, atau lapisan gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah, perawatan saluran akar harus dilakukan terlebih dahulu.

Pada saat usia 14 tahun, apabila memerlukan perawatan saluran akar, dokter gigi akan melakukan prosedur foto rontgen terlebih dahulu untuk mengetahui apakah saluran akar sudah tumbuh dan menutup sempurna. Rasa ngilu umumnya akan terasa apabila gigi tidak segera ditambal sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


11 March 2020
Yuliani bertanya :

Saya baru saja melepas behel tapi masih ada tersisa lem behel di gigi saya, apakah itu berbahaya dok jika tidak segera dibersihkan?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Yuliani

Lem pada behel yang tersisa pada gigi tidak akan membahayakan bagi gigi namun biasanya sisa lem yang menempel pada gigi akan menganggu fungsi pengunyahan dan menjadi tempat untuk sisa - sisa makanan menempel sehingga dapat menyebabkan plak dan kalkulus menumpuk pada gigi tersebut. Apabila ada waktu sebaiknya segera mengunjungi dokter gigi untuk menghilangkan sisa lem tersebut

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


10 March 2020
Ratna latifah bertanya :

Hai dok. Saya mau bertanya,

  1. Saya memiliki anak berusia 9 bulan tapi kenapa giginya belum tumbuh sama sekali ya dok? Sedangkan dulu kakaknya usia 8 bulan sudah tumbuh hampir 4 gigi. Apa yg harus saya lakukan/saya berikan agar giginya terpacu?
  2. Anak pertama saya memiliki gigi yg lengkap dan lumayan baik tp susunan gigi seri central atas itu renggang dok (pokoknya gigi atas itu tidak serapat dan serapi gigi bawah), sampai umur 3,5th ini giginya tidak mau merapat, apakah saat dia besar nanti akan tetap renggang ya dok?
Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Ratna latifah

Pertumbuhan gigi susu pada anak umumnya dimulai pada usia 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Waktu pertumbuhannya sendiri berbeda - beda pada setiap anak sehingga tidak perlu khawatir apabila pada usia 9 bulan gigi anak belum tumbuh.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan waktu erupsi gigi pada anak diantaranya :

  1. Faktor genetik
  2. Jenis kelamin Jenis kelamin mempengaruhi waktu erupsi, biasanya gigi anak perempuan akan lebih cepat tumbuh dibandingkan laki-laki
  3. Faktor nutrisi Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan keterlambatan dalam erupsi gigi, seperti kekurangan vit D atau kalsium
  4. Faktor lainnya Faktor lain diantaranya benih gigi permanen tidak ada, gigi susu tanggal lebib cepat, malposisi gigi permanen, dsb

Diastema atau celah diantara gigi sangat normal terjadi pada gigi susu. Ukuran rahang yang lebih besar dibandingkan ukuran gigi dapat menyebabkan celah diantara gigi - gigi susu. Saat gigi susu berganti ke gigi permanen, ukuran gigi permanen akan lebih besar dibandingkan ukuran gigi susu sehingga celah antar gigi akan tertutup.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


10 March 2020
Ratna Aryani bertanya :

Selamat malam dok. Biasanya kalau kita gosok gigi itu kesegaran mulut tidak bisa bertahan lama setelah sikat gigi... Ada teman berkata, kalau sikat gigi itu bagian lidah dikerok dg sendok nah akan muncul seperti lendih dan lendir itu yg menyebabkan bau mulut. . Apakah itu benar dok? bagaimana mengatasi dan mencegahnya ya dok? Terima kasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Ratna Aryani

Menyikat gigi sangat penting dilakukan untuk membersihkan sisa - sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi.

Hal yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang adalah menyikat lidah. Lidah sendiri adalah bagian dari mulut kita yang permukaan nya kasar. Sisa - sisa makanan juga dapat menempel pada lidah sehingga seringkali lidah kita terlihat berwarna putih atau kekuningan.

Sisa - sisa makanan yang menempel pada lidah apabila tidak dibersihkan dapat menyebabkan jamur tumbuh dan bau mulut. Jamur yang sering tumbuh pada mulut kita adalah jamur candida.

Pembersihan pada lidah dapat dilakukan dengan menggunakan sikat lidah yang banyak dijual di supermarket atau toko - toko terdekat. Pembersihan lidah dilakukan setelah menyikat gigi.

Bau mulut, selain disebabkan oleh plak dan karang juga dapat disebabkan oleh adanya gigi berlubang atau sisa akar. Masalah pencernaan juga menjadi salah satu fsktor yang dapat menyebabkan bau mulut.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


10 March 2020
Donavia bertanya :

Alo dok, saya memiliki rahang yg kecil, disaat geraham bontot mau tumbuh ternyata tempatnya kurang, sehingga tak jadi muncul dan gusinya hanya bengkak2 saja saat dirontgen itu gigi agak miring yaa, itu sudah terjadi selama sekitar 1tahun lebih. Bagaimana dok mengatasinya? Kalau bisa giginya dibantu agar segera muncul sempurna 🙏

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Donavia

Pertumbuhan gigi bungsu seringkali bervariasi pada setiap orang tergantung dari sisa ruang pada rahang atas maupun bawah, maka dari itu gigi bungsu seringkali tumbuh miring, sebagian, atau tidak tumbuh sama sekali.

Gigi yang tumbuh tidak sesuai dapat menyebabkan beberapa keluhan pada rongga mulut, seperti :

  • makanan sering terselip
  • gigi berlubang
  • gusi memerah dan membengkak
  • rasa pegal pada rahang
  • pusing kepala sebelah
  • penumpukan plak dan kalkulus

Bila masalah tersebut sering terjadi sebaiknya segera mengunjungi dokter gigi untuk segera dilakukan pencabutan. Pencabutan pada gigi bungsu disebut dengan odontektomi gigi.

Proses odontektomi sendiri adalah proses pencabutan dengan prosedur operasi kecil pada gigi bungsu yang tumbuh tidak sesuai. Sebelum melakukan odontektomi biasanya diperlukan pemeriksaan foto rontgen untuk melihat bentuk dan letak gigi pada rahang, foto rontgen diperlukan karena proses odontektomi membutuhkan pembukaan gusi untuk prosedur pencabutan gigi.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 51 - 60 of 480