10 March 2020
Irma Kusuma bertanya :

Salam kenal dok, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan. Saat saya mengonsumsi minuman dingin, kenapa ya gigi saya selalu ngilu? Apakah itu tanda gigi sensitif? Apa penyebab gigi bisa menjadi sensitif? Haruskah saya mengganti pasta gigi dengan pasta gigi khusus gigi sensitif? Apakah Ciptadent punya produk pasta gigi untuk gigi sensitif? Terima kasih atas jawaban dan penjelasannya 🙏

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Irma Kusuma

Gigi sensitif dapat disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya :

  • Penumpukan plak dan kalkulus
  • Menipisnya lapisan email gigi karena kesalah menyikat gigi atau kebiasan buruk
  • Sering menggerutkan gigi
  • Terdapat gigi berlubang
  • Terlalu sering mengkonsumi makanan asam

Beberapa tips untuk mencegah gigi sensitif, antara lain :

  • Menyikat gigi dengan benar Menyikat gigi 2x sehari dengan teknik yang benar akan mengurangi sensitifitas gigi

  • Gunakan pasta gigi dengan bahan flouride, xylitol, dan IMPM aktif dan bulu sikat halus. Flouride berfungsi untuk memperkuat lapisan email gigi untuk mencegah gigi berlubang

  • Mengurangi konsumsi makanan asam Makanan/ minumanan seperti soda, yoghurt, lemon dengan kandungan asam akan membuat lapisan email lebih cepat menipis jika dikonsumsi terus menerus.

  • Rutin periksa ke dokter gigi 6 bulan sekali Pemeriksaan rutin ke dokter gigi sangat dianjurkan untuk membersihkan plak dan kalkulus pada gigi (scaling) atau penambalan pada gigi berlubang

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


10 March 2020
Juwita Rachmawati bertanya :

Assalamualaikum dok, mau tanya ni. Apakah semua gigi bungsu memang harus d cabut atau tidak ya? Di karenakan saya merasa kurang nyaman tumbuh'Y gigi bungsu d usia 29th jd baru saya cabut gigi bungsu atas sebelah kanan saja, sedangkan yg lainnya blom saya cabut. Terkadang buat sakit k kepala & kuping setiap sesudah mkn karena kurang nyaman'Y ada gigi bungsu dok. Mohon pencerahan'Y ya dok, terimakasih 🙏

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Juwita Rachmawati

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang tumbuh pada usia 15 sampai 25 tahun. Pertumbuhannya seringkali bervariasi pada setiap orang tergantung dari sisa ruang pada rahang atas maupun bawah, maka dari itu gigi bungsu seringkali tumbuh miring, sebagian, atau tidak tumbuh sama sekali.

Apabila sisa ruang pada rahang atas maupun bawah cukup untuk gigi bungsu tumbuh, pada umumnya gigi akan tumbuh secara normal. Hal tersebut adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan.

Beberapa keluhan yang sering terjadi mengenai gigi bungsu diantaranya pusing kepala sebelah, kesulitan membuka rahang, gusi membengkak, dan rahang terasa pegal. Gusi yang membengkak sering terjadi saat gigi sedang berupsi atau terdapat banyaknya sisa makanan yang menyebabkan munculnya bakteri pada daerah gigi bungsu. Beberapa keluhan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat masa erupsi berakhir, tetapi apabila keluhan kerap muncul sebaiknya dilakukan pencabutan pada gigi tsb

Perawatan odontektomi atau operasi kecil pada gigi bungsu dipilih apabila gigi bungsu tumbuh miring atau tidak tumbuh sama sekali

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


10 March 2020
Nena Manik Gardiana bertanya :

Halo dok, Saya punya gigi geraham yang berlubang, di dalam gigi geraham tersebut ternyata tumbuh gigi baru dok. Sekarang saya sedang hamil, bagaimana solusinya ya dok ? karena gigi tersebut kadang terasa sakit. terima kasih.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Nena Manik Gardiana

Memeliharan kesehatan gigi dan mulut saat hamil sangatlah penting, kesehatan gigi dan mulut yang buruk pada ibu hamil dapat berdampak pada kesehatan janin.

Ibu hamil sangat rentan terkena penyakit gigi dan gusi, seperti gigi berlubang, gingivitis atau periodontitis, yaitu radang pada gusi yang ditandai dengan gusi yang merah dan membengkak.

Kemungkinan tumbuh gigi baru pada gigi yang berlubang sangatlah kecil. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah terbentuk polip atau benjolan di dalam kavitas gigi karena adanya infeksi dari gigi yang berlubang.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan perawatan gigi pada ibu hamil :

  • Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter kandungan, jika ingin melalukan perawatan gigi ke dokter gigi. Hal tsb bertujuan untuk memastikan bahwa kondisi kehamilan dalam kondisi baik dan normal.

  • Periksa rutin ke dokter gigi untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, pembersihan karang gigi, penambalan, atau perawatan saluran akar dapat dilakukan pada trimester satu sampai tiga. Trimester kedua adalah trimester paling aman jika ingin melakukan perawatan gigi. Pada trimester tiga biasanya dokter gigi akan menunda perawatan karena ditakutkan merangsang kontraksi.

  • Penggunaan obat karena sakit gigi sebaiknya berkonsultasi lebih dulu kepada dokter kandungan dan dokter gigi

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


10 March 2020
Zenny julia bertanya :

Halo dokter, saya mau bertanya Gigi saya sering mengalami ngilu bagaimana saya harus mengatasinya

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Zenny julia

Gigi ngilu dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

  1. Adanya gigi berlubang Gigi yang berlubang, kecil maupun besar dapat menyebabkan rasa ngilu pada gigi. Umumnya rasa ngilu terfokus pada satu titik. Adanya lubang pada permukaan gigi yang tidak terlihat juga dapat menjadi penyebab rasa ngilu tidak kunjung hilang. Perawatan yang dapat dilakukan adalah penambalan pada gigi - gigi yang berlubang tsb.

  2. Penumpukan plak dan karang Penumpukan plak dan karang akibat sisa - sisa makan yang tidak dibersihkan akan menyebabkan penurunan gusi sehingga menyebabkan gusi lebih sensitif. Plak dan laramg dapat hilang dengan melakukam pembersihan karang gigi di dokter gigi. Selain itu plak dan kalkulus yang terlalu banyak juga dapat menyebabkan kegoyangan pada gigi karena perlekatan gusi menjadi longgar.

  3. Abrasi Abrasi atau pengikisan pada lapisan permukaan gigi disebabkan oleh kebiasaan buruk menggigit sesuatu atau kesalahan dalam teknik menyikat gigi. Daearh yang biasanya terkena abrasi adalah diantara ujung gigi dan gusi sehingga membentuk cekungan pada permukaan gigi. Perawatan yang dapat dilakukan adalah penambalan gigi pada daerah tsb dan mengganti cara menyikat gigi dengan teknik yang benar

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


09 March 2020
Susilo Ahmadi bertanya :

Halo selamat malam dok. Saya sering menderita gigi sensitif tetapi anehnya kok tidak terus menerus? Kadang muncul kadang menghilang. Bagian sensitifnya sangat terasa di ujung2 gigi. Saat sedang kumat bahkan bisa sampai mengganggu aktivitas. Saya ingin tahu bagaimana caranya supaya tidak kumat2 lagi? Apakah memang harus selalu diatasi dengan pasta gigi khusus gigi sensitif? Terima kasih.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Susilo Ahmadi

Selain gigi sensitif rasa linu pada gigi dapat disebabkan karena faktor lain, diantaranya

  1. Adanya gigi berlubang Gigi yang berlubang seringkali tidak disadari oleh kita dapat menimbulkan rasa linu dan akhirnya sakit. Semakin besar lubang, rasa ngilu akan semakin sering sehingga harus dilakukan penambalan. Lubang pada gigi dapat terbentuk di semua bagian gigi, yang terlihat maupun tidak

  2. Penurunan gusi Penurunan gusi terjadi akibat penumpukan plak serta kesalahan dalam menyikat gigi. Plak yang terbentuk pada permukaan gigi akan membuat gusi turun sehingga menimbulkan rasa nyeri di daerah ujung gigi. Sama halnya dengan kesalahan teknik menyikat gigi membuat akar terlihat sehingga gigi terasa ngilu

  3. Abrasi pada gigi Abrasi atau terkikisnya lapisan gigi diakibatkan oleh kebiasan buruk seperti menggigit gigit sesuatu, menyikat gigi terlalu keras, dan mengkonsumsi makanan yang bersifat asam. Keadaan tersebut umumnya terlihat pada daerah ujung gigi dekat gusi, membentuk seperti cekungan. Perawatan pada gigi yang abrasi adalah penambalan.

Beberapa tips untuk mengurangi rasa ngilu pada gigi adalah

  1. Menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif
  2. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang terlalu asam
  3. Mengganti sikat gigi dengan bulu yang halus dan memperhatikan teknik menyikat gigi yang benar
  4. Memeriksakan keluhan ke dokter gigi untuk melakukan perawatan seperti scaking atau penambalan.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


09 March 2020
Novi Nursanti bertanya :

Selamat malam dokter Saya memiliki anak usia 6 tahun, dia sering sekali menggertakan gigi ketika tidur, apakah itu normal dok? Dan adakah efeknya pada kesehatan giginya? Terimakasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Selamat Malam Novi Nursanti

Bruxism adalah suatu kondisi dimana seseorang mengegeratakkan / mengerutkan gigi pada malam hari, biasanya saat tidur, tanpa ia sadari.

Selain kebiasaan yang tidak disadari, bruxism disebabkan oleh beberapa faktor yang memperparah, antara lain :

  • gelisah / stress
  • gangguan tidur, seperti insomsia atau sleep apnea
  • terdapat nyeri pada telinga

Bruxism yang parah dapat menyebabkan gangguan pada gigi dan rahang, seperti terkikisnya gigi sehingga menimbulkan rasa ngilu, pegal pada rahang, dislokasi sendi pada rahang, sakit kepala, dan masalah lainnya.

Kebiasaan ini seringkali terjadi spontan tanpa disadari penderita tersebut. Biasanya penderita akan merasakan pegal pada rahang pada pagi hari setelah bangun tidur.

Pada kasus ringan, bruxism biasanya akan menghilang dengan sendirinya jika keadaan psikologis atau gangguan yang menyertainya hilang.

Pada kasus yang lebih parah, biasanya diperlukan mouth guard yang dipakai saat tidur untuk mengurangi gejala bruxism. Segera periksakan ke dokter gigi mengenai keluhan anda agar mendapatkan perawatan yang tepat

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


09 March 2020
Ina Sugiarti bertanya :

Dear Dokter, Tahun 2017 saya pernah melakukan tambal gigi, namun gigi tambalan saya sekarang seperti amblas dan retak sehingga sering merasa linu. Saya ingin sekali mencabut gigi saya, karena sudah tak tahan, tetapi saat ini saya sedang menyusui. Pertanyaannya, bolehkah saya mencabut gigi? Jika tidak diperbolehkan adakah solusi yg lain dok?? Terima kasih..

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Ina Sugiarti

Pada dasarnya, penambalan gigi dilakukan untuk menutup gigi yang berlubang dari bakteri dan mencegah gigi mengalami kerusakan yang lebih dalam. Bahan tambal sendiri mempunyai tingkat ketahan yang berbeda, tergantung dari besarnya tambalan dan bagaimana kita menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Sangat memungkinkan gigi yang sudah ditambal, kembali sakit karena adanya kebocoran sehingga bakteri masuk ke dalam kavitas gigi. Keadaan tersebut mengakibatkan gigi kembali nyeri dan merusak tambalan maupun gigi.

Gigi dengan tambalan rusak dapat dilakukan penambalan kembali apabila memungkinkan. Pembersihan kavitas gigi harus dilakukan terlebih dulu sebelum dilakukan penambalan ulang. Perawatan saluran akar juga dapat dilakukan apabila diperlukan.

Apabila gigi tidak dapat dipertahankan, cara lain adalah dengan melakukan pencabutan gigi. Pencabutan gigi dapat dilakukan setelah gigi tidak terasa nyeri lagi. Pencabutan gigi dapat dilakukan pada ibu menyusui.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


09 March 2020
Ria Apriyanti bertanya :

Gigi saya berlubang yang belakang dok. Kadang suka linu.. Pernah di tambel tp masih aja linu solusinya apa ya dok makasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Ria Apriyanti

Tindakan penambalan gigi adalah prosedur yang dilakukan untuk menutup gigi yang berlubang dengan suatu bahan tambal. Penambalan gigi sendiri berfungsi untuk menutup gigi yang rusak agar bakteri tidak masuk kembali, selain itu penambalan juga berfungsu untuk memperbaiki fungsi dan bentuk gigi menyerupai gigi asli.

Setiap bahan tambal mempunyai tingkat kekuatan dan ketahanan yang berbeda-beda, menjaga kebersihan mulut dan diet sehat juga termasuk salah faktor yang dapat membantu mempertahankan tambalan gigi agar bertahan lama.

Tambalan yang terasa sakit, dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti:

  • adanya celah / kebocoran pada tambalan
  • terdapat udara yang terpendam pada kavitas gigi sehingga menimbulkan rasa nyeri ketika menggigit
  • pembersihan bakteri pada kavitas gigi belum cukup sehingga masih ada bakteri yang tersisa
  • tambalan yang terlalu tinggi sehingga tambalan terasa mengganjal

Segera periksakan keluhan anda pada dokter gigi agar dapat diberikan penanganan yang tepat. Dokter gigi biasanya akan melakukan pemeriksaan rontgen terlebih dahulu pada gigi tsb untuk melihat apakah ada tambalan yang bocor atau tidak

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


09 March 2020
Anatasia verawati bertanya :

Dok, saya mau tanya.. Sewaktu saya hamil gusi saya suka berdarah.. Tanpa sadar pas usia kehamilan makin besar gusi saya jadi bengkak.. Saya pikir itu bawaan bayi.. Tapi sampai bayi saya lahir.. Ternyata gusi itu tidak kempes jg.. Itu gimana ya dok.. Terimakasih sebelumnya..

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Anatasia verawati

Ibu hamil sangat rentan terkena penyakit gigi dan gusi, seperti gigi berlubang, gingivitis atau periodontitis, yaitu radang pada gusi yang ditandai dengan gusi yang merah dan membengkak.

Meningkatnya penyakit gigi dan mulut pada ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor seperti hormonal, pola makan, dan kebiasaan. Adanya keluhan mual dan muntah yang sering dirasakan ibu hamil, menyebabkan kondisi mulut menjadi asam sehingga gigi akan lebih cepat berlubang, selain itu perubahan hormon estrogen dan progesteron mengakibatkan terjadinya radang pada gusi.

Apabila terdapat gigi berlubang pada saat kehamilan, resiko lubang bertambah nesar dan mengenai saluran akar sangatlah besar. Bengkak pada gigi disebabkan karena penumpukan bakteri yang masuk ke saluran akar yang mengakibatkan gigi terinfeksi.

Abses atau bengkak berisi cairan nanah, terlihat seperti benjolan merah pada gusi dapat hilang dengan dilakukan perawatan saluran akar di dokter gigi. Perawatan abses dapat dilakukan dengan insisi atau pengambilan jaringan yang terinfeksi.

Pemakaian obat sistemik memang dapat mengurangi rasa nyeri dan menghilangkan abses, tetapi bersifat sementara. Sebaiknya segera mengunjungi dokter gigi untuk melakukan perawatan pada gigi tersebut

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


09 March 2020
Minarni bertanya :

Semenjak hamil anak pertama kemudian anak ke dua, kualitas gigi saya sangat menurun. Keropos dan rapuh sekali. Dan saya kehilangan 2 gigi. Sehingga saya terpaksa memakai gig palsu. Usia saya saat hamil anak ke-1 yaitu 32 tahun, dan anak ke-2 usia 34 tahun. Apakah memang ada pengaruhnya kehamilan terhadap gigi.? Dan bagaimana saya harus menjaga gigi saya supaya tidak rapuh lagi.? Terimakasih.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Minarni

Meningkatnya penyakit gigi dan mulut pada ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor seperti hormonal, pola makan, dan kebiasaan. Perubahan hormon juga menyebabkan gigi menajdi lebih sensitif sehingga seringkali ibu hamil terkena gingivitis dan periodontitis. Adanya keluhan mual dan muntah yang sering dirasakan ibu hamil, menyebabkan kondisi mulut menjadi asam sehingga gigi akan lebih cepat berlubang.

Beberapa tips untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut pada saat hamil, diantaranya :

  1. Mengkonsumsi makan makanan bergizi
  2. Menyikat gigi 2x sehari dan berkumur sehabis makan
  3. Rutin memeriksakan keadaan gigi dan mulut ke dokter gigi, untuk pembersihan karang dan penambalan apabila diperlukan

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 71 - 80 of 480