19 February 2020
Tisya Tiffany bertanya :

Dok sy mau nanya cara menghilangkan nafas bau giman yaa dok?trmksh

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Tisya Tiffany

Bau mulut seringkali disebabkan oleh masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang dan karang gigi. Kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat menimbulkan bau tidak sedap dari mulut. Selain itu, kondisi kesehatan lain juga dapat menyebabkan bau mulut, diantara nya :

  1. Xerostomia : keadaan mulut kering karena gangguan produksi air liur
  2. Gangguan lambung dan saluran pencernaan, seperti gastritis atau GERD
  3. Penyakit lain, seperti diabetes, sinusitis.

Selain itu, kebiasan buruk seperti merokok, diet yang berlebihan, atau hobi makan dan minum dengan bau menyengat juga dapat memperparah bau mulut.

Beberapa tips untuk mencegah bau mulut, antara lain :

  1. Menyikat gigi 2x sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur
  2. Menggunakan sikat lidah untuk membersihkan lidah
  3. Mengganti sikat gigi, minimal 2 bulan sekali
  4. Berkumur dengan obat kumur antiseptik
  5. Rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi 6 bulan sekali. Lakukan penambalan atau perawatan akar jika ada gigi berlubang dan pembersihan karang untuk membersihkan plak dan kalkulus
  6. Mengkonsumsi air mineral minimal 2 liter perhari

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


19 February 2020
Mirdayata Karitas bertanya :

Hallo dokter, dulu saya sering mengunyah daun sirih yang dipercaya sebagi antiseptic mulut, tetapi lama-kelamaan getah yang terkandung disirih tersebut mulai melekat digigi saya dan membuat sela-sela gigi saya kelihatan tidak bersih. awalnya saya pikir itu hal biasa yang jika menyikat gigi dapat hilang dengan sendirinya tapi entah kenapa getah sirih tersebut terus melekat hingga sekarang hingga membuat saya tidak percaya diri. Bagaimana cara menghilangkan getah yang melekat digigi saya tersebut? lalu bagaimana cara tepat menggunakan sirih sebagai antiseptic tanpa harus getahnya melekat digigi? apakah memang benar sirih dapat menghilangkan bakteri dimulut? mohon saran dari dokter, Terimakasih.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Mirdayata Karitas

Daun sirih mengandung senyawa yang menangkal yang dapat mengurangi inflamasi sehingga tidak seringkali digunakan untuk meningkatkan kesehatan mulut, membantu mengurangi pertumbuhan bakteri di mulut, mencegah berbagai infeksi mulut dan penyakit. Daun sirih juga dikatakan dapat melindungi rongga mulut dari karies gigi.

Akan tetapi dalam beberapa penelitian mengungkapkan bahwa aktivitas menyirih dapat meningkatkan keluhan seperti penurunan gusi, gusi berdarah, lesi oral, kekakuan saat membuka mulut, dan adanya sensasi terbakar.

Beberapa tips untuk mengurangi resiko penyakit gigi dan mulut selain menggunakan sirih, antara lain :

  1. Menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi herbal dengan kandungan sirih di dalamnya
  2. Menggunakan obat kumur antiseptik 2x sehari
  3. Mengurangi konsumsi makanan manis agar terhindar dari gigi berlubang
  4. Rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali untuk pembersihan karang dan penambalan gigi yang berlubang

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


19 February 2020
Mathias bertanya :

Halo dok ibu saya gusinya berdarah setelah giginya dicabut pendarahan itu tak berhenti sehingga ketika sikat gigi penuh darah dan ketika makan juga bercampur darah kira2 bagmn pengobatanya dok :(

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Mathias

Penyembuhan luka pasca pencabutan pada umumnya terjadi selama beberapa waktu tergantung dari besarnya luka pencabutan itu sendiri.

Segera setelah gigi dicabut, soket akan terisi darah dari pembuluh darah yang terputus pada jaringan penyangga gigi. Gumpalan darah setelahnya akan terbentuk kurang lebih 24 jam. Gumpalan darah itulah yang akan melindungi soket dari bakteri dan mensterilkan luka. Apabila luka pencabutan besar dan tidak dilakukan penjahitan pada daerah pencabutan, perdarahan yang lebih lama dan banyak kemungkinan akan terjadi. Perdarahan pada luka bekas pencabutan biasanya berangsur hilang pada hari kedua pasca pencabutan.

Pada minggu 4 biasanya luka akan mengalami tahap akhir penyembuhan. Tulang dan jaringan penyangga gigi sudah tertutup sempurna.

Komplikasi perdarahan pasca pencabutan dapat terjadi, apabila perdarahan terjadi terus menerus dengan jumlah yang banyak 1 - 2 haris setelah pencabutan, sebaiknya mengungjungi dokter gigi kembali untuk pemeriksaan luka bekas pencabutan.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


19 February 2020
Ali Nitriani bertanya :

Halo dok cara penanganan pertama saat anak sakit gigi umur 2,5 Thn menangis karena gigi nya terasa skit dan obat yg baik dan bagus di gunakan untuk anak umur sgtu dok terimakasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Ali Nitriani

Pemberian obat atau penangan pertama saat anak sakit gigi perlu melihat penyebab keluhan yang dirasakan. Gigi yang berlubang besar dan kotor akibat penumpukan sisa makan dapat menyebabkan rasa ngilu dan pembengkan apabila tidak segera ditangani. Gusi bengkak akibat gigi akan tumbuh juga seringkali dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada anak.

Bersihkanlah daerah gigi yang sakit dengan menyikat gigi atau kasa halus yang sudah dibasahi air. Berikan makan makanan yang halus agar memudahkan anak dalam mengunyah. Pemberian obat analgesik diperbolehkan apabila anak sangat merasa tidak nyaman. Periksakanlah ke dokter gigi agar gigi anak dapat terjaga sedini mungkin. Pertumbuhan gigi permanen anak akan sangat berpengaruh pada kesehatan gigi susu anak sejak dini.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


18 February 2020
CHOIRUNNISA bertanya :

Dokter saya mau tanya, Gigi graham atas sebelah kanan yg di cabut karena lubang, agar bisa rapih dan rapat kembali sebaiknya pakai kawat gigi atau melakukan implan gigi saja ya dok, jika pemasangan kawat gigi apakah harus mengorbankan gigi graham kiri yg bagus unk di cabut dok ? Dan jika lebih baik implan gigi graham, kira-kira butuh biaya berapa ya dok ? Terima kasih dokter unk jawabannya

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, CHOIRUNNISA

Kehilangan satu atau beberapa gigi dapat menyebabkan pergeseran gigi lainnya, apabila gigi yang hilang tsb tidak diisi dengan gigi baru. Perawatan untuk mengganti gigi yang hilang yang paling mudah salah satu ya dengan pemakaian gigi tiruan.

Terdapat dua jenis gigi tiruan yaitu gigi tiruan lepasan dan gigi tiruan cekat.

  1. Gigi tiruan lepasan Alat yang menyerupai gigi yang dapat dipasang dan dilepas kembali, berguna untuk mengisi kekosongan ruang akibat kehilangan gigi. Keuntungan dari gigi tiruan lepasan selain dapat dilepas adalah tidak adanya pengurangan gigi lain sebagai gigi penyangga nya.

  2. Gigi tiruan cekat (mahkota / mahkota jembatan) Mahkota jembatan atau crown and bridge adalah protesa gigi yang dipasang secara permanen untuk mengganti gigi yang hilang. Diperluka pengurangan sebagian gigi sebagai gigi penyangga nya. Keuntungan dari bridge adalah protesa menyerupai gigi asli, cocok untuk menggantikan fungsi estetik gigi. Perlu pemeliharaan yang lebih seksama untuk menjaga kebersihan dan ketahan dari gigi tiruan cekat

  3. Implan Penggantian salah satu atau lebih gigi yang dengan pemasangan skrup di dalam gusi baru setelah itu dimasukkan gigi pasu pd skrup tsb. Selain harga nya yang cukup mahal, implan lebih sulit dilalukan dibanding protesa lainnya.

Segera berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat sebagai alat untuk mengganti gigi yang hilang

Perawatan orthodonti dapat dilakukan dengan pertimbangan dan pemeriksaan secara menyeluruh sebelumnya. Dokter gigi akan memeriksa seluruh sususan gigi agar perawatan ortho diberikan secara tepat.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


18 February 2020
Risda A.B Sangaji bertanya :

Assalamualaikum.. Dok, sya mau tanya, Gigi saya berlubang trus sda di cabut 3 minggu yang lalu, tpi sampai sekarang gusi masih bengkak, bgmna cara mngatasinya dan itu bahaya atau tidak ya dok ??

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Risda A.B Sangaji

Penyembuhan luka pasca pencabutan ada suatu proses yang terdiri dsri beberapa fase yang terjadi secara bersamaan.

Segera setelah gigi dicabut, soket akan terisi darah dari pembuluh darah yang terputus pada jaringan penyangga gigi. Setelah itu baru akan terbentuk gumpalan darah kurang lebih 24 jam. Gumpalan darah itulah yang akan melindungi soket dari bakteri dan mensterilkan luka.

Pada minggu 4 biasanya luka akan mengalami tahap akhir penyembuhan. Tulang dan jaringan penyangga gigi sudah tertutup sempurna.

Proses pencabutan gigi yang memerlukan tindakan pengeboran tulang atau pembukaan gusi, biasanya memberi efek lebih nyeri setelah pencabutan. Seperti pencabutan gigi geraham belakang, biasanya akan menimbulkan bengkak pada gusi setelah pencabutan gigi.

Bengkak pasca pencabutan pada umumnya akan hilang dalam beberapa hari. Konsumsi obat antibiotik yang diberikan dokter juga dapat membantu mempercepat masa penyembuhan pasca pencabutan. Konsultasikan ke dokter gigi apabila bengkak tidak kunjung hilang dalam satu bulan.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


18 February 2020
Linda bertanya :

Assalamualaikum dok, saya mau tanya nih.. Gigi saya berlubang terus sudah di cabut 3 minggu yang lalu, tpi skarang tmpat cbutan itu masih bengkak, itu bagaiman ya dok, berbahaya atau tidak ? Terimah kasih

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Linda

Bengkak pasca pencabutan gigi sering terjadi akibat adanya komplikasi pada saat pencabutan gigi sehingga terjadi iritasi pada gusi dan jaringan penyangga gigi.

Pencabutan gigi geraham belakang, pencabutan dengan penyulit seperti pengambilan jaringan penyangga yang besar yang memberikan luka besar pada gusi, dapat mengakibatkan pembengkakan pasca pencabutan.

Penjagaan kebersihan gigi dan mulut yang kurang baik juga dspat menjadi faktor pemicu terjadinya bengkak.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri dan komplikasi pasca pencabutan, antara lain :,

  1. Mengunyah pada sisi yang tidak dicabut
  2. Tidak memainkan luka bekas pencabutan
  3. Menggosok gigi 2x sehari dan berkumur dengan obat kumur antiseptik
  4. Membersihkan luka dari sisa-sisa makanan
  5. Mengkonsumsi obat antibiotik dan analgesik yang diresepkan oleh dokter.

Kunjungi dokter gigi kembali apabila bengkak tidak hilang dalam satu bulan agar dilakukan pemeriksaan yang lebih menyeluruh

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


18 February 2020
Warung Nikolai bertanya :

halo dok saya ingin tanya apakah diastema dapat menyebabkan gigi sensitif?thx

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Warung Nikolai

Diastema adalah celah atau ruang yang terdapat pada gigi atas atau bawah. Paling sering terjadi pada gigi seri rahang atas.

Penyebab dari diastema, khususnya diastema pada gigi seri umumnya karena frenulum yang tinggi. Frenulum adalah lipatan membran yang melekat dari bibir ke gusi.

Diastema sendiri tidak menyebabkan hipersensitivitas pada gigi, kecuali terdapat kelainan anatomis seperti terdapat resesi atau penurunan gusi sehingga akar gigi terlihat. Fraktur atau patah pada permukaan gigi juga dapat menyebabkan gigi terasa lebih ngilu.

Perawatan ortho atau pemasangan mahkota gigi biasanya menjadi pilihan perawatan untuk kasus diastema.

Perawatan dan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi gigi sensitif, antara lain :

  1. Menyikat gigi 2x sehari, sesudah makan dan sebelum tidur, dengan pasta gigi yang mengandug flouride
  2. Menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat halus, untuk mengurangi trauma saat menyikat gigi
  3. Menggunakan obat kumur antiseptik
  4. Perbanyak konsumsi air, buah, dan sayur untuk self-cleansing
  5. Mengunjungi dokter gigi untuk melakukan perawatan scaling atau pembersihan karang gigi, minimal 6 bulan sekali

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


17 February 2020
nurmayasari bertanya :

asalamualaikumz.dok syh mau tanyua .gigi sayh brlubang ad bnjolan d ggi brlbang syh rsnyua sakit sampai ke kepala dan .syh bingung apa bnjolan itu dan bsa d obti.mksh

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, nurmayasari

Daging atau gusi tumbuh pada gigi berlubang disebut dengan polip. Polip gigi terjadi karena adanya infeksi pada pulpa. Pulpa adalah lapisan dalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah.

Polip pulpa biasanya terjadi di gigi geraham karena gigi tersebut berlubang dalam sampai mengenai daerah pulpa.

Perawatannya biasanya dilihat dari tingkat keparahan, jika gigi tsb masih bisa dilakukan perawatan saluran akar maka biasanya dokter gigi akan membuang polip tsb setelah itu melakukan pembersihan pada gigi tsb agar bisa dilakukan perawatan selanjutnya.

Kedua, jika kerusakan pada gigi tsb sudah mencapai akar dan sulit untuk dilakukan perawatan kembali, tindakan yang biasa dilakukan adalah pencabutan gigi beserta polipnya. Pencabutan gigi disertai polip adalah tindakan yang biasa dilakukan oleh dokter gigi. Sebelum dilakukan pencabutan, dokter gigi akan memberikan obat anestesi di gigi agar pasien merasa baal, sehingga tidak terasa sakit.

Beberapa tips untuk mengurangi rasa nyeri karena polip, yaitu :

  1. Berkumur dengan obat kumur antiseptik
  2. Makan makanan yang halus untuk mengurangi aktifitas pengunyahan yang berat
  3. Mengurangi makan makanan yang terlalu panas dan pedas
  4. Mengunyah pada sisi yang tidak terdapat polip
  5. Mengkonsumsi obat analgesik sesuai dengan resep yang diberikan dokter

Segeralah periksakan ke dokter gigi terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


17 February 2020
Sabrina Clarisa Nababan bertanya :

Hy dok, umur saya 14 tahun tapi gigi seri pinggir dan gigi taring saya belum diganti dgn gigi permanen Rencananya saya mau cabut 2 gigi susu itu, brp lama waktu yg dibutuhkan gigi untuk tumbuh kembali dok?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Sabrina Clarisa Nababan

Masa pertumbuhan gigi permanen setiap orang berbeda-beda, tergantung dari beberapa faktor seperti lingkungan, gen, nutrisi, jenis kelamin.

Pertumbuhan gigi permanen dimulai pada usia 5 - 6 tahun, dimulai dari gigi seri rahang atas. Untuk gigi taring rahang atas pada umumnya akan tumbuh pada usia 8 - 10 tahun. Karena usia Anda sudah 14 tahun, ada kemungkinan gigi-gigi Anda sudah berupa gigi permanen, bisa dipastikan kembali dan ditanyakan dengan dokter gigi ya.

Sebelum memberikan pilihan perawatan, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan foto rontgen dan pemeriksaan intraoral untuk melihat bentuk dan keadaan gigi. Foto rontgen perlu dilakukan untuk melihat apakah terdapat benih gigi permanen. Gigi taring sendiri termasuk gigi yang sering mengalami impaksi atau tumbuh tidak sempurna karena beberapa faktor.

Pencabutan baru akan dilakukan apabila benih gigi permanen sudah nampak dan gigi susu menghalangi jalur keluar gigi permanen tersebut.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 141 - 150 of 480